This Story made by me.. Nites. I'm The Author.. Nites.. Based on the true story from each character..
Tampilkan postingan dengan label Lass Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lass Story. Tampilkan semua postingan
Minggu, 02 Desember 2012
..::: Lass Story Part 7 :::..
Chapter 7 : Devil Lass Appears!! Battle!! Lass vs Devil Lass!!
Saat semua keluarga sudah tidur.. tetapi, hanya ada satu orang yang tidak bisa tidur.. yaitu, Lass. Dia sedang mengingat - ingat bagaimana dia berdua bisa selamat dari bandit dan monster di luar sana.. Lass pun akhirnya tidak memikirkannya lagi dan melanjutkan tidurnya.
Saat di dalam mimpi Lass,
"Siapa kau?? Apa yang kau inginkan?? Mengapa kau berada disini??" Kata Lass berteriak kepada seorang bocah yang jauh jaraknya dari dia.. "Fufufufufu.. kau tidak mengingat kalau aku telah membantu kalian keluar dari masalah kemarin? Aku.. Adalah.. KAU!!" Kata seorang bocah itu yang langsung menampakkan dirinya sebagai Lass, akan tetapi mata dan tatapannya sangat dingin.. berbeda dengan Lass. "Kamu adalah Aku?? TIDAK!! Aku adalah Aku!! Tidak ada siapapun selain Aku!! Siapa kamu sebenarnya!!" Kata Lass menyangkal. "Dasar bocah keras kepala.. sulit untuk menjelaskannya kalau kamu seperti ini, Baik.. Temui aku besok di Hutan Trial SENDIRI!! jangan sampai Rufus Kakakmu mengetahui kamu pergi ke Hutan, apalagi Orang Tuamu.. Byee, Pengecut.. Hahahahahahaha.." Kata orang misterius itu yang langsung pergi dari Mimpinya..
Tiba - Tiba Lass pun terbangun dari Mimpinya..
"Ternyata hanya sebuah mimpi.. (Lass melirik Kakaknya) Kakak, apa yang sebenarnya terjadi kepadaku.." Kata Lass yang langsung melanjutkan tidurnya yang tertunda itu.. "Besok, aku akan mengetahui semua teka teki ini.." Kata Lass yang setengah sadar..
Keesokan Harinya..
"Pagi Bu, Pagi Ayah.. Ibu sama Ayah lihat Lass tidak??" Kata Rufus yang baru bangun dari tidurnya.. "Pagi Rufus, Lass baru saja pergi.. katanya sih dia ingin mempertajam kemampuan dia di Hutan Trial.." Kata Ibunya, "Apa?!! Ibu biarkan saja dia pergi ke Hutan Trial itu?!! Kenapa?!! Lass bukannya masih anak kecil??" Kata Rufus khawatir.. "Tenang Rufus, Lass tidak aapa - apa kok.. soalnya dia di temani oleh ketua guild Assassin bernama Lucretia.." Kata Ayahnya.. "Lucretia?!!.. jangan - jangan.. aku tahu siapa dia sebenarnya.. aku harus bergegas.. Lass sedang ditemani oleh bayangannya sendiri, Aluna Lucretia.." Kata Rufus di dalam Hati.. "Ada apa denganmu Rufus.. mukamu tampak pucat sekali.. Apa kamu tidak sehat hari ini??" Kata Ibunya mengkhawatirkan Rufus. "Aku tidak apa - apa Bu, aku akan menyusul Lass di Hutan Trial.. akan ada pertempuran besar yang akan terjadi nanti kalau aku tidak segera menghentikannya.." Kata Rufus yang langsung bergegas ke dalam kamarnya mengambil peralatan dia termasuk senjatanya.. "Lass, bertahanlah.. kamu tidak tahu kemampuan dia yang sebenarnya.. Aluna Lucretia!! Dia jauh lebih hebat darimu yang sekarang Lass.. Bertahanlah!!" Kata Rufus yang langsung tergesa - gesa berlari menuju Hutan Trial.. "Ibu, Ayah.. Aku pergi dulu yaa.. karena tidak ada waktu lagi.." Kata Rufus.
Di dalam Hutan Trial..
"Jadi, Lucretia.. kamu ini adalah Ketua Guild Assassin bagian apa?? Kalau Ayahku sebagai Komandan Batalion ke 2 di Guild Assassin.." Tanya Lass kepada Lucretia.. "Aku hanya sebagai Penguji orang - orang yang ingin menjadi seorang Assassin.." Kata Lucretia.. "Kalau begitu.. apakah ini juga salah satu test dari ujian itu, Lucretia??" Tanya Lass lagi.. Tetapi Lucretia tidak menjawabnya lagi.. Tiba - tiba Rufus pun mengejar mereka.. "Lass!! Menjauh dari dia!! aku tahu siapa dia sebenarnya!!" Teriak Rufus.. "Kakak?? Ada apa kakak kesini?" Kata Lass yang menghampiri Kakaknya. "Lass, tetap di belakangku.. Lucretia!! aku tahu siapa kamu sebenarnya!! munculkan dirimu yang sebenarnya.. jangan berubah bentuk seperti orang pengecut!! Aku tahu, nama kamu yang sebenarnya adalah.. Aluna.. Lucretia.. Kamulah yang ada di dalam diri Lass kan?!! Yang membantu kita berdua keluar dari Hutan itu..." Kata Rufus Menduga.. "Aluna.. Lucretia.. *Tiba - tiba Lass mengingat mimpinya yang semalam, dia bertemu orang yang menyerupai dia dan suruh bertemu dia di dalam Hutan Trial..* Jadi.. mimpi yang semalam bukan mimpi biasa.. mimpi yang jadi kenyataan.." Kata Lass yang langsung kaget.. "Fufufufu.. betul sekali Lass.. aku adalah kamu yang ada di dalam mimpimu semalam.. aku adalah dirimu yang satu lagi.. apakah kamu tidak tahu Lass, bahwa dirimu adalah istimewa.. karena kamu telah di berikan kekuatan oleh Ratu Kaze'aze.. berterima kasih lah karena kamu telah di berikan kekuatan olehnya.. Aku adalah kamu yang di berikan kekuatan oleh Ratu Kaze'aze.." Kata Aluna.. "Sudah kuduga sebelumnya.. kalau kamu adalah pemberian oleh Ratu Kaze'aze.. Lass, Mundurlah.. biar aku yang menghadapi dia.." Perintah Rufus.. "Melawanku?? Kamu tidak ada apa - apanya sekarang Rufus.. kamu tidak bisa menandingi kekuatanku yang sekarang.." Kata Aluna. Tiba - tiba Lass maju di depan Kakaknya. "Kakak, Mundurlah.. biar aku yang menghadapi dia.. dia adalah aku.. Sisi gelapku, aku harus memusnahkan dia.. ini adalah pertarunganku Kak, jangan ikut campur.." Kata Lass.. "Jika itu maumu.. ya sudah aku akan melihat pertarunganmu.." Kata Rufus.. "Terima kasih kak telah mempercayaiku.." Kata Lass. "Nah, boleh kita mulai sekarang pertarungannya Lass?? Karena aku sudah bosan dengan pembicaraan kalian berdua yang cengeng.." Kata Aluna.. Tiba - Tiba Lass langsung berlari cepat dan langsung muncul di hadapan muka Aluna.. "Kau yang terlalu lama terdiam sampai - sampai kau tidak menyadari kalau aku ada di hadapanmu.." Kata Lass yang langsung memukul perutnya dan Aluna pun terlempar jauh sekali.. "Bangun Aluna.. aku tahu kamu hanya berpura - pura saja.." Kata Lass. "Waaaw.. sepertinya ada seseorang yang sedang bersemangat sekali untuk membunuhku.. hahahaha.. tapi, apa kau menyadari akan seranganku tadi Lass?? Kamu telah masuk perangkapku.. *Land Mark Paralyse*" Kata Aluna. "Uugh.. sial, aku lengah.. aku tidak bisa bergerak sama sekali.." Kata Lass yang sedang meronta - ronta untuk keluar dari perangkap Aluna. "Tidak semudah itu Lass kamu keluar dari perangkapku.. perangkapku cukup kuat untuk melumpuhkan sekuat Half Demon Blood Rank A.. Hahahaha.. nah.. sekarang pembalasanku.. *Spinning Slash (Lv. 2)*" "Huh?? sepertinya tadi aku mengenai dia.. tepat di perutnya.. mengapa sekarang dia tidak ada??" Kata Aluna yang kaget Lass keluar dari perangkapnya.. "Kamu cukup cerdik Aluna.. tapi kamu tidak bisa secepat aku berpindah tempat.. Jurus pemindahan tempat *Kagemusha!!* yang barusan kamu serang itu sebenarnya aku.. tapi aku bisa berpindah tempat jika aku tersentuh oleh orang lain.. Bahkan kau yang pintar sendiri tidak bisa mengetahui tentang itu.. aku cukup prihatin.." Kata Lass. "Tutup mulutmu!! Akan aku habisi kamu dengan satu serangan terakhirku..!!" Kata Aluna. Tiba - tiba Aluna mengeluarkan beberapa kunai dengan peledak di belakang kunai nya.. "Gawat.. jangan - jangan.. dia ingin memakai jurus andalan Ayahku.." Kata Lass yang langsung bergegas mengeluarkan seal untuk Kagemusha.. "Terlambat Lass.. sepertinya kamu tidak memiliki banyak kesempatan lagi yah.. ada ucapan terakhir yang ingin kau ucapkan Lass??" Kata Aluna. "Sepertinya tidak, MATILAH KAU!! Raven Walker!!" Kata Aluna yang langsung berputar 3x360* sambil mengeluarkan kunai peledak di sekitarnya.. saat Aluna berhenti berputar.. dia menjentikkan jarinya dan langsung meledak semua kunai yang tersebar.. dan terjadilah ledakan yang sangat besar.. "Tamatlah riwayatmu sudah Lass.." Kata Aluna. "Lass.. Lass!!!" Kata Rufus yang hanya bisaa terdiam sambil menonton semua pertarungan mereka berdua.. "Haaah.. Haaah.. (Terengah - engah) Untung lah aku sempat memakai Hyper Jump.. kalau tidak aku sudah hancur berkeping - keping.." Kata Lass yang sedang memegang pundak kakaknya.. "Lass.. untunglah kamu selamat.. kamu harus hentikan dia Lass.." Kata Rufus. "Aku tahu kak, aku akan selesaikan ini semua dengan serangan terbaikku.. lihat dan perhatikan.. *Shadow Vanish!!*" Kata Lass yang langsung menghilang tiba - tiba.. "Check Mate.. Kau yang akan tamat sekarang, Aluna.. Silent Kill Technique *Blood Bath*" Kata Lass yang dari tadi menusukkan pisaunya dalam - dalam ke perutnya dan mematahkan pisaunya di dalam perutnya dari belakang.. "Kau akan mati secara perlahan Aluna.. aku akan jamin kalau kematian kamu akan sangat menyakitkan.. karena pisauku sudah kutanam langsung di dalam perutmu.." Kata Lass.. Rufus yang melihat Lass bisa sekejam itu akhirnya hanya bisa terdiam membisu.. "Kakak.. ayo kita pulang.." Kata Lass.. "Ayo kita pulang Lass.. aku akan memapah mu Lass sampai ke rumah.." Kata Rufus.
Akhirnya Aluna pun bisa di kalahkan sendiri oleh Lass.. saat di perjalanan, "Jadi.. nama jurus itu adalah Blood Bath.. bukankah itu adalah salah satu teknik yang paling di larang oleh Ayah, Lass??" Kata Rufus Heran. "Aku tahu itu sangat terlarang jika memakai teknik tersebut.. tetapi aku tidak mempunyai pilihan lain selain memakai teknik terlarang itu.. terlalu banyak resiko yang akan aku ambil jika aku terus bertahan seperti tadi.. yang ada aku malah babak belur deh sama Aluna.. Hahahaha.." Kata Lass sambil tertawa.. "Dasar Lass, memang itu adalah teknik yang sangat terlarang dan hanya orang tertentu yang boleh memakainya.. tapi, aku yakin kamu suatu saat bisa terpilih menjadi orang yang boleh memakai jurus tersebut.. Lass, kamu lebih hebat dari perkiraanku.." Kata Rufus di dalam hatinya.. "Ada apa Kak, kok bengong?" Kata Lass.. "aaa.. aaah.. Tidak ada apa - apa.. aku hanya mengkhawatirkan kamu saat kamu terkena serangan Raven Walker.." Kata Rufus.. "Iya, aku juga tadi hampir tidak tahu harus berbuat apa lagi.. untung Ayah pernah mengajariku untuk Hyper Jump.. aku terkena beberapa ledakan kunai nya.. Hahaha.. tapi, itu adalah suatu pembelajaranku untuk cepat dalam mengambil tindakan saat keadaan seperti itu.." Kata Lass. "Nah kita sudah sampai.. sebaiknya lukamu harus segera di sembuhkan Lass.. atau tidak luka mu akan menjadi besar.." Kata Rufus.
Akhirnya Lass dan Rufus pulang dari hutan Trial dan tidak memberitahu kejadian yang sesungguhnya kepada kedua orang tuanya.. Saat malam tiba, Rufus minta izin sebentar untuk pergi ke atap rumah.. sedangkan Lass sedang berbaring di kamarnya.. Ayah dan Ibunya sedang menyiapkan menu makanan untuk makan malam.. Saat di atap rumah.. "Akhirnya.. satu masalah sudah terselesaikan.." Kata Rufus sambil tersenyum sendiri. "Aluna sudah tumbang.. tinggal satu orang lagi yang belum.. bersiaplah kau Alucard.. saudara dari Aluna.. akan aku bawa kamu kembali ke dunia kamu berada.. di dunia Demon X". Kata Rufus di dalam Hati.. "Kakak.. ayo turun ke bawah.. kita makan malam.." Kata Lass yang langsung membubarkan pikiran Rufus yang kacau.. "I.. iya Lass, aku akan segera menyusul.. kamu duluan saja.. aku akan menyusul beberapa menit lagi.." Kata Rufus. "Ya sudah, aku akan turun dulu ya kak.." Kata Lass. "Hati - hati dengan Alucard, Lass.. bukan hanya Aluna saja yang mengincar nyawamu Lass.. tapi saudaranya, Alucard.." Kata Rufus di dalam hatinya.. Akhirnya Rufus bergabung dengan mereka semua untuk makan malam..
To Be Continued,
Next Chapter,
Chapter 8 : Alucard The Night Walker vs The Twin (Lass dan Rufus)
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Jumat, 31 Agustus 2012
..::: Lass Story Part 6 :::..
Chapter 6 : Unstoppable Powers!!! Lass and Rufus Gets Mad
Keesokan pagi,
Seperti yang di janjikan oleh Ayahnya.. Rufus dan Lass di ajak berburu bersama Ayahnya itu..
"Ayah.. bolehkah aku mencari buruanku sendiri? Aku ingin belajar berburu.. jika aku mahir maka aku akan bisa seperti Ayah.." Kata Lass. "Boleh Lass.. tapi apa kamu membawa senjata yang cukup bagus untuk berburu?" Kata Ayahnya menanyakan kepada Lass. Lass yang saat itu tidak membawa apa - apa hanya bisa diam saja.. Tiba - Tiba. "Lass.. ini aku pinjamkan kamu belati milikku.. kita mencari buruan yuk bersama - sama.." Kata Rufus sambil menyodorkan belati sangat indah kepada Lass. "Terima kasih kak, ayo kita mencari buruan bersama - sama.. Ayah.. kami berangkat dulu yaah.." Kata Lass. "Hati - Hati yaah Lass, Rufus.. ingat jika sudah senja segera kembali ke rumah!!" Kata Ayahnya menasihati mereka berdua sebelum pergi. "Baik Ayah.. Kita tidak akan terlambat pulang.." Kata Mereka berdua.
Dan mereka pun pergi menuju hutan rimba.. sesampainya disana mereka melihat sebuah beruang besar atau bisa juga di panggil Bigfoot di kejauhan. "Lass.. perhatikan aku baik - baik yaah.. Bagaimana caraku berburu.." Kata Rufus memperlihatkan sepasang Eyeteeth miliknya yang selalu dia sarungkan di belakang pinggangnya.. "Twiiin.. Tooth!! *Hyaaaaaaa*" dan *Boom* terdengar suara ledakan yang sangat keras menghantam Bigfoot itu.. dan ternyata.. Serangan Rufus tadi tidak mengenai Bigfoot itu.. "Aaah.. kenapa tidak kena?? dimana kesalahannya?!! Mestinya kena?!! Kenapa?? Kenapa?? Kenapa??" Kata Rufus Frustasi. Melihat Tingkah konyol Kakaknya membuat perut Lass terasa geli sehingga dia tertawa keras.. "Bwahahahahahaa.. Kok tidak kena sih kak?? Padahal tadi kakak teriak *Twin Tooth* nya keras sekali.. tadi sempat aku berpikir kalau ini akan one blow hit.. eh ternyata tidak.. hehehehehe.." Kata Lass sambil tertawa terpingkal - pingkal. Melihat Lass tertawa membuat Rufus jengkel dan menyuruh Lass membuat Bigfoot itu terjatuh.. "Huh.. bisanya cuma menertawakanku.. Coba kamu Lass.. apa kamu bisa lebih hebat dari aku??" Kata Rufus menantang Adiknya. "Baik.. sekarang Giliranku yah Kak.. Perhatikan Baik - baik.." Kata Lass. Rufus pun duduk terdiam di atas pohon. "Spinning!! Slaaaash!! *Slice* *Slice* *Slice*" *Buuk* Lass berhasil mengenai Bigfoot itu akan tetapi Lass tertabrak pohon saat berputar - putar.. Dan Rufus pun bergantian menertawai adiknya sendiri karena tingkahnya yang konyol.. "Bwahahahahahaha.. Lass Lass.. Kamu ini makanya jangan menertawakan aku donk.. kamu sendiri aja belum bisa merubuhkannya.. Bwahahahahahaha" Kata Rufus sambil tertawa. Bigfoot yang tadinya sebagai bahan bercandaan mereka berdua menjadi sangat marah karena telah terancam untuk di bunuh. "Groooooaaaaaa..." Raungan sang Bigfoot itu. "Ok.. saatnya kita serius Lass.. mari kita tunjukkan kemampuan kita.." "Baik". Lass pun melompat ke atas Bigfoot melewatinya dan melempar belatinya.. "Bagus Lass.. sekarang kesempatanku.. Twiiiin Tooth!!" *Boom* dan sekarang Bigfoot pun akhirnya benar - benar dikalahkan oleh mereka berdua. "Kerja yang bagus Lass.. oh iya.. ngomong - ngomong itu tadi teknik ingin kamu beri nama apa??" Kata Rufus bingung. "Aku kasih nama Eagle Eye aja yaah kak.. soalnya mengarah ke titik vital dia.." Kata Lass. "Nama yang bagus Lass.. ayo kita mencari buruan lagi.." Kata Rufus. Saat berjalan jauh, Rufus yang dari tadi jalan lebih dulu tidak mengetahui kalau adiknya telah hilang saat tadi berjalan.. "Lass.. kamu kemana?? Perasaan tadi kamu ada di belakangku terus deh.. kamu dimana Lass?? Jangan membuatku Khawatir Lass.." Kata Rufus khawatir kalau Lass tersesat atau di culik oleh makhluk buas. Tiba - Tiba dari kejauhan terdengar Suara seperti minta tolong.. "Kakaaaaaak.. *Hiks..* Tolong Akuuu.." Kata Lass menjerit.. Rufus yang mendengar suara itu langsung pergi menuju sumber suara itu berasal.. dan sesampainya disana Rufus menemukan Lass di sandera oleh sekelompok Bandit amatiran. "Cih.. beraninya kalian menangkap Adik kecilku.. Lawan aku kalau kalian Berani?!!" Tantang Rufus.. "Kakaaaak.. *Hiks.. Hiks..*" Tangis Lass. "Wah.. Wah.. lihat siapa yang datang.. ternyata kakaknya yang datang.." Kata Pemimpin Bandit itu. "Lass.. Bertahanlah.. aku akan menyelamatkanmu!!" Kata Rufus. "Baik Kak.." Kata Lass. "Majulah kalau kalian berani Pecundang!!" Kata Rufus menantang Bandit - bandit itu. "Serang bocah itu!!" Kata Pemimpin Bandit itu. Akan Tetapi Rufus yang masih kurang berpengalaman dalam bertarung kalah akibat di keroyok oleh bandit - bandit itu.. "Lass.. Maafkan aku tidak bisa menyelamatkan kamu.." Kata Rufus dengar nafas yang terengah - engah. "Kakak.. *Hiks*". Tiba - tiba tubuh Rufus yang babak belur di hajar oleh mereka di hajar terus - terusan hingga membuat Lass mengamuk.. "Jangaaan!!! Kaaau!! Sentuuh!! Tubuuuh!! Kakak kuuu!! LAGGGGIIII!!!! GROAAAAAAAA!!!!!" Lass pun mengamuk kehilangan kesadarannya. kesadarannya telah di penuhi oleh amarah yang sangat besar sehingga dia tidak bisa menahannya lagi dan kehilangan kesadaran.. Amarah Lass pun mengendalikan tubuh dia.. "GUARDIAN STRIKE!!" Lass langsung lompat ke udara dan langsung melempar sebuah Bola berbentuk tengkorak.. dan tiba - tiba bola tengkorak itu membesar dan mengeluarkan sengatan Listrik yang sangat dahsyat di sekitarnya.. "FINAAAL STRIKE!!" Lass pun langsung meneruskan serangannya dengan melompat ke udara lagi dan menebas angin sehingga angin yang di tebas tadi tajam seperti pedang. "Laaaaasss... Uukh.." Rufus yang hampir kehilangan kesadaran pun akhirnya pingsan..
Setelah Mengeluarkan Kekuatan Dahsyatnya Lass pun pingsan di samping Kakaknya Rufus. Rufus yang langsung sadar pun akhirnya bangkit berdiri.. dan langsung menggendong Lass yang terkulai Lemas.. Rufus pun hampir kesusahan membawa Lass karena dirinya sedang terluka berat. Akhirnya Rufus pun berhasil menggendong Lass dan langsung pulang ke rumah. akan tetapi Ada sebuah aura yang tidak enak yang di rasakan oleh Rufus.. ternyata dia sedang di perhatikan oleh sebuah Monster Orc. Melihat Banyaknya Jumlah Orc yang berkumpul mengelilingi mereka akhirnya Rufus pun menjatuhkan Lass untuk sementara agar dia bisa bertarung.. "TIDAK AKAN AKU BIARKAN SATU ORANG PUN MELUKAI ADIKKU SENDIRI!!! TERIMALAH!! Bullet Time!!" Dan Akhirnya Orc yang mengelilingi Rufus dan Lass pun mati di sekitarnya. Rufus pun langsung menggendong Lass lagi dan melanjutkan perjalanan pulangnya.. Akan tetapi saat sampai di depan rumahnya Rufus kehilangan kesadaran dan pingsan..
Ibunya yang melihat mereka berdua tergeletak di depan halaman rumah langsung cepat - cepat membawa mereka pergi ke dalam rumah.. "Ayah.. mengapa mereka bisa seperti ini? ada apa sebenarnya? Lass? Rufus? Bangun nak.." tetapi mereka tidak menjawabnya.. mereka berdua semakin khawatir akan kondisi Lass dan Rufus.. Akhirnya mereka berdua melarikan Lass dan Rufus ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan yang intensif karena luka yang di derita mereka berdua.. Akhirnya dokter pun memberi tahu kalau Putra mereka dua - dua nya sedang koma.. mendengar hasil dari dokter Ibu dan Ayahnya hanya menjaga mereka berdua di rumah.. mereka tidak mau di rawat di rumah sakit karena biaya yang sangat besar.. Beberapa Bulan kemudian mereka berdua akhirnya sadar dari koma.. "Lass , Rufus kalian sudah sadar? syukurlah kalian sudah sadar.. kita berdua mencemaskan kalian karena kalian koma selama ber bulan - bulan.. "Apa yang terjadi dengan aku bu??" "Aku tidak tahu Lass.. yang aku tahu kalian berdua pingsan di depan halaman rumah.." Kata Ibunya sambil meneteskan air mata keharuan.. "se ingatku.. aku sama Rufus sedang berburu sambil berlatih bersama.. tetapi setelah penyerangan Bigfoot terhadapku aku tidak tahu apa yang terjadi.. setelah itu aku hilang kesadaran.." Kata Lass menceritakan. "Kamu itu saat penyerangan Bigfoot entah kenapa matamu berubah Lass.. aku melihatmu penuh dengan amarah , balas dendam , hasrat untuk membunuh.. dan lain sebagainya.. aku bisa melihat itu dari aura yang kamu keluarkan dari tubuhmu itu.. aura kegelapan.. aura yang sangat dahsyat.. aura yang tidak dapat kau kendalikan.." Kata Rufus menjelaskan mengapa Lass hilang kesadaran. "Ibu.. kita sudah tertidur berapa hari bu?" Kata Rufus. "kalian koma sudah 1 bulan penuh Rufus , Lass.." Kata Ibunya. "Haaaah?!! 1 bulan?? Perasaanku aku hanya tertidur hanya 1 hari saja.. mengapa lama sekali yaah??" Kata Rufus Heran. "Itu jangan di pikirkan lagi Rufus.. ayo kita makan di bawah.. pasti kalian lapar sekali karena sudah tertidur selama 1 bulan ini.." Kata Ibunya mengajak mereka ke bawah.. "Kita akan menyusul bu.. Ibu turun dulu saja.. ada yang ingin aku bicarakan sama Lass.." Kata Rufus. "Baiklah Rufus.. segera kalian ke bawah yaah.." Kata Ibunya yang langsung keluar dari kamar mereka berdua.. "Lass.. aku ingin bertanya kepadamu.." Kata Rufus. "Ada apa kak? apakah ini menyangkut dengan yang kakak lihat waktu itu?" Kata Lass menduga. "Betul.. sebenarnya.. saat kau berubah menjadi seperti itu.. aku melihat sebuah wanita muda berambut ungu memakai mahkota ratu.. seperti ratu itu.. tetapi matanya berwarna merah.. wanita itu bersemayam di tubuh kamu Lass.. dan saat kamu mengamuk waktu itu.. wanita itu mengendalikan kamu.." Kata Rufus. "Apa kakak yakin dia yang mengendalikan aku saat itu kak?" Kata Lass takut. "Aku yakin sekali Lass.. kamu harus kuat Lass.. kamu harus melawan rasa hasrat untuk membunuh di dalam dirimu.. jika tidak.. aku tidak akan bisa menolongmu Lass.. satu - satunya cara adalah kamu harus mengendalikannya atau kamu yang di kendalikan olehnya sepenuhnya.." Kata Rufus. Lass hanya terdiam saja.. "Terima kasih kak.. aku akan berusaha.." Kata Lass.. "Lass, Rufus.. ayo turun kebawah makan!" Teriak Ibunya dari bawah memanggil mereka berdua.. "Ayo sekarang kita turun Lass.. kita sudah di tunggu oleh Ayah dan Ibu untuk makan.." Ajak Rufus.. "Baik kak.."
Akhirnya mereka semua makan malam.. Rufus menceritakan semua kejadian yang dia alami.. suasana di ruang makan ada canda tawa , terharu , semangat , dan lain - lain.. akan tetapi mereka tidak tahu bahaya yang sebenarnya telah menanti mereka di luar sana..
To Be Continued,
Next Chapter,
Chapter 7 : Devil Lass Appears!! Battle!! Lass vs Devil Lass!!
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Senin, 26 Maret 2012
..::: Lass Story Part 5 :::..
Chapter 5 : Gathering!! Lass Meet Rufus.
"Hmm.. tidak ada apa - apa Lass di luar.. kamu hanya berkhayal yang enggak - enggak kalii.. ayo udh kamu main lagi sana di luar.. Ibu harus masak dulu.. sebentar lagi Ayah pulang.." Kata Ibunya.
"Baiklah buu.. aku pergi dulu yaah.. nanti aku akan pulang saat jam makan malam tiba.. hehehehehe.." Kata Lass yang langsung berlari ke hutan..
Sore Hari..
"Istriku.. aku menemukan seseorang.. pasti kamu mengenali dia.. tolong bantu aku mengangkatnya.." Kata Ayah Lass. "Huuh.. siapa ini yaah?? rambutnya pernah aku kenal deeh.. tunggu.. ada tanda di lengan kanannya" Kata Ibu Lass. " *Shock*. apakah mungkin diaa ini..??" Kata Ibu Lass yang kaget setelah melihat tanda di tangan Kanan Rufus. "Apakah ini benar Yah kalau ini adalah keturunan keluarga Wild??" Kata Ibu Lass menebak. "Benar.. ini anaknya dari keluarga Wild.. aku tidak tahu bagaimana dia bisa selamat dari tempat neraka itu.." Kata Ayahnya Lass. "Ibuuu.. aku pulaang.." Kata Lass yang langsung datang dari jendela rumahnya. "Lass!! sudah berapa kali ibu bilang?!! kalau masuk ke rumah lewat pintu depan doonk!! jangan se enaknya masuk lewat jendela rumah.. Huuh.." Kata Ibunya Lass yang langsung menjewer Kupingnya Lass. "Aduuuh.. Ibu.. Sakiiit.. Iya - Iya.. aku tidak akan mengulanginya lagii.." Kata Lass. "Janji yaah.." Kata Ibunya. "Iyaa.." Kata Lass melas karena kupingnya merah karena habis di jewer oleh Ibunya. "Ibuu.. siapa dia yang di pangkuan Ayah??" Kata Lass sambil melihat bocah yang lebih tua sedikit dari dia sedang di rawat oleh Ayahnya.. "Oooh.. itu adalah Kakak Tirimu Lass.." Kata Ibunya. "Ka..Ka.. Kakak Tiri??" Kata Lass Heran. "Iyaaa.. ini adalah Kakak Tirimu dan juga sekalian Kakak yang paling tua.." Kata Ibunya menjelaskan.. "Hmm.. Sejak kapan aku punya Kakak, bu?? perasaan aku tidak pernah melihat orang itu bu di rumah.." Kata Lass masih heran. "Aduuuh.. kamu ini susah yaah di kasih tahu nya Lass.. dia itu adalah anak dari keluarga Aliansi kita keluarga "Wild".. dan lagian juga dia umurnya lebih tua darimu Lass.. Jadi anggap aja dia Kakakmu yaah.. hehehehehe.. jadi kamu ada teman bermain deh.. hehehehehe.." Kata Ibunya menjelaskan. "Ooh begitu ya bu.. Ok.. aku akan menganggap dia sebagai Kakakku.. jadi seru nih ada teman mainnya.. hehehehehe.." Kata Lass bersemangat..
Tiba - tiba..
"Uukh.. dimana aku" Kata Seseorang.. "Kamu berada di rumah saya naak.. bangunlah dan ceritakan bagaimana kamu bisa sampai kesini.." Kata Ayahnya Lass yang sedang berusaha membangunkannya. "Uukh.. siapa kalian?!!" Kata pemuda itu yang langsung berdiri dan menjauh dari keluarga Lass.. "Tenanglah.. kami adalah keluarga Aliansi kamu.. kami adalah keluarga "XxX Isolet"." Kata Ayahnya Lass menenangkan pemuda itu.. Tiba - tiba Lass menghampiri pemuda itu dan menjulurkan tangan kanannya.. "Hai.. Aku Lass Isolet.. siapa kamu??" Kata Lass. "Aku Rufus Wild.. senang berkenalan denganmu Lass.." kata pemuda itu yang bernama Rufus Wild. "Senang berkenalan denganmu juga Rufus Wild.. hihihihihi.." Kata Lass sambil tersenyum. "Ya." Kata Rufus. "Rufus.. Lass.. ayo kita makan.. makanan sudah siap di meja.." ajak Ibunya..
"Nah Rufus.. ceritakan bagaimana kamu bisa sampai ke dunia ini?? bukankah Dunia Demon itu sangat susah di lewati?" Kata Ayahnya penasaran. "Oh iya.. mengenai hal itu.. aku terlempar dari Dunia Demon.." Kata Rufus. "Terlempar??" Kata Ayah dan Ibunya Lass yang ngomong hampir bareng. "Iyaa.. jadi begini ceritanya.. saat aku sedang asiknya bermain.. tiba - tiba ada sebuah lubang besar di jauh sana.. aku akhirnya kesana karena penasaran.. tiba - tiba aku terhisap oleh lubang itu.. aku sudah menjerit minta tolong.. tetapi tidak ada yang menolongku.. dan akhirnya aku terlempar dari Dunia Demon ke Dunia ini.. sebelumnya aku mendarat di dataran Archimedia.. di tempat itu aku bertemu Demon yang bernama Veron.. dia ternyata yang telah membuka lubang dimensi itu.." Kata Rufus menceritakan kejadiannya.. "Tapii.. apakah orang tua kamu tidak tahu akan hal ini??" Kata Ibunya Lass Khawatir. "orang tua?? bukannya kalian adalah orang tuaku??" Kata Rufus Menebak. " *Shock* Apakah dia hilang ingatan??" Kata Ayahnya di dalam hati. "Iya nak.. kamu adalah anak kami.. dan itu yang sedang makan adalah Lass.. adikmu.." Kata Ayahnya. " *nyam - nyam* Haaaii.. waku Lhasst" (Hai Aku Lass). Kata Lass yang sedang makan.. "Lass.. sebaiknya kamu habiskan makanmu dulu sebelum berbicara.." Kata Ibunya Lass.. "Hai Lass.. sebagai Kakakmu.. aku bertanggung jawab untuk melindungimu.." Kata Rufus tersenyum.
Malam Hari..
"Nah.. ini kamarmu Rufus.. kamu satu kamar dengan adikmu.. tidak apa - apa kan??" Kata Ibunya. "Tidak apa - apa bu.. malah aku senang kalau aku bisa satu kamar dengan adikku ini.." Kata Rufus yang langsung masuk ke ruangan serba biru.. "Kalau begitu.. Ibu tinggalkan kamu yah disini.. tidak apa - apa kan??" Kata Ibunya. "Ya.." Kata Rufus mengangguk kepalanya. "Waah.. ternyata kamarnya serba biru langit yaah.." Kagum Rufus. "Hai kak.. mulai hari ini kita akan satu kamar.. hehehehehe.." Kata Lass yang langsung datang dari pintu kamarnya.. "Iyaa.. mulai sekarang kita satu kamar.." Kata Rufus. "Lass.. Rufus.. saatnya tidur.. ayoo besok mau ke hutan berburu bareng bersama Ayahmu.." Teriak Ibunya.. "Iya Buu.." teriak mereka berdua bareng.. "Ayo.. sebaiknya kita tidur sebelum kita mendapat masalah yang lebih serius.." Kata Rufus. "Baik kak.." Kata Lass.. dan mereka berdua pun tertidur pulas..
To Be Continued..
Next Chapter,
Chapter 6 : Unstoppable Powers!!! Lass and Rufus Mad
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
..::: Lass Story Part 4 :::..
Chapter 4 : Secret of His Title Revealed.
Kita balik dulu ke beberapa puluh tahun lalunya di saat Lass bertemu dengan Rufus kakaknya..
Pagi itu di rumah Lass.. Ayah Lass sedang berburu di hutan.. sedangkan Ibunya sedang mengurus rumah tangga.. sedangkan Lass lagi asik bermain di halaman belakang rumahnya..
"Lass.. jangan pergi jauh - jauh yaa.." Seru Ibunya dari kejauhan.. "Aku tidak akan kemana - mana bu.. aku janji akan melindungi Ibu kalau Ayah sedang berburu.. Hehehehehehehe.." Kata Lass. Ya.. Lass yang dulu adalah saat berumur 3 tahun.. riang gembira , suka berpetualang , manja.
Tiba - tiba ada cahaya hitam di kejauhan hutan bersinar.. Lass yang menyadari akan hal tersebut langsung berlari menuju rumahnya dan memberitahukan akan hal aneh itu kepada Ibunya.. "Ibu.. Ibu.. ada cahaya hitam di hutan itu bu.. aku takutt.. *Hiks.. Hikss..*" Kata Lass ketakutan.. "Hahaha.. Lass kecil.. kamu jangan khawatir yaah.. selama masih ada Ibu.. Ibu akan melindungimu.. nah.. sekarang.. Ibu harus melihat apa yang kamu lihat dulu yaah.." Kata Ibunya yang sambil berdiri dan keluar dari rumahnya..
Di Hutan..
"Hmm.. tidak adakah binatang liar di sekitar sini? ini aneh.. sejak sinar hitam tadi tiba - tiba binatang liar menjadi tidak ada.. apa yang sebenarnya terjadi.." Kata Ayah Lass.. "Aku harap Lass baik - baik saja.. aku punya firasat buruk tentang hal ini.." Kata Ayahnya.. Tiba - tiba ada suara aneh di balik semak - semak.. "*Sruuk.. Sruuk*". "Hmm.. apa ini binatang Buas?? Aku datangi saja aah.." Kata Ayahnya. Tiba - tiba dia kaget.. ternyata yang ada di balik semak - semak itu adalah seorang bocah berumur sekitar 4 tahun an yang sedang sekarat karena banyak luka di sekujur tubuhnya.. Lalu.. Anak itu berjalan menuju arah Ayahnya Lass dan tiba - tiba pingsan di depan Ayahnya Lass.. melihat hal itu Ayahnya bingung.. antara mau di bawa ke kota Serdin untuk di beri informasi bahwa ada anak hilang atau di bawa ke rumah untuk di rawat.. "Tunggu sebentar.. anak ini seperti Lass.." kata Ayahnya Lass itu. Lalu tiba - tiba reaksi Ayahnya Lass langsung terkejut melihat ada sebuah lambang seperti lambang keluarganya Lass..
Flash Back..
di dunia ini keluarga Lass mempunyai lambang.. tidak ada yang mempunyai Lambang itu selain keturunan keluarga pembunuh bayaran Isolet.. tetapi.. waktu dahulu ada Lambang yang sama seperti lambang keluarga Isolet.. yaitu keluarga Wild.. keluarga Wild dan Isolet sangat dekat.. bahkan mereka bisa di anggap sebagai keluarga besar pembunuh bayaran.. akan tetapi ada suatu tragedi mengerikan buat keluarga Isolet.. tiba - tiba keluarga Wild di serang oleh sekelompok Demon yang kejam.. hingga saat kelompok keluarga Isolet ingin menyelamatkannya tidak sempat.. karena saat sampai di tempat Keluarga Wild.. mereka tidak tersisa.. akan tetapi beberapa tahun kemudian.. Keluarga Wild pernah mengirimkan surat kepada Keluarga Isolet.. mereka ternyata masih hidup.. tetapi mereka berada di dunia lain.. Dunia para Demon berada..
End Flash Back..
"Apakah ini anakmu Wild?? Hmm.. tidak kusangka dia mirip dengan anakku.. akan kurawat dia sampai besar dan akan kudidik dia.. akan ku besarkan anak ini menjadi anak yang mandiri dan dewasa.. dan akan kujadikan dia menjadi pembunuh bayaran dengan title Isolet.. tidak.. dengan tekadku.. maka aku akan mengganti title keluargaku menjadi XxX Isolet.. ini buatmu Wild.. Terima kasih atas segalanya" kata Ayahnya Lass berbicara di dalam hati.
Kejutan apa yang akan terjadi??
Saksikan kelanjutannya..
To Be Continued,
Next Chapter,
Chapter 5 : Gathering!! Lass Meet Rufus.
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Sabtu, 24 Maret 2012
..::: Lass Story Part 3 :::..
Chapter 3 : The Nightmare Has Begun Finale (Part 2)
"Hahahahaha.. sepertinya ini akan menjadi seru.." Kata Zidler. "Diam kau badut konyol!!" Kata Lass. "Well, Well, Habiskan dia segera Oretina.." Suruh Zidler. "Dengan senang hati tuanku.." Kata Oretina. "Cih.. Wanita rendahan.. mau saja di perbudak oleh Badut konyol ini.." Kata Lass. "Apa katamu?!? Tarik kata - katamu sebelum kau menyesal nantinya!!" Kata Oretina. Dan mereka pun bertarung dengan sengitnya.. Lass yang hanya mempunyai kekuatan minim tidak bisa mengimbangi kekuatan Oretina yang jauh di atasnya. "Uugh.. aku tidak percaya aku kalah dengan wanita." Kata Lass. "Jadi.. sesuai perkatanmu tadi.. Selamat datang di tempat ini.." Kata Oretina. "Well , Well.. Lass yang malang.. Mari datang kepadaku.." Kata Zidler. Tidak tahu kenapa tiba - tiba sifat Lass berubah.. dia tidak pernah lagi membantah , selalu menurut apa yang di katakan oleh Zidler.. Oretina pun menjadi sahabat terbaiknya bagi Lass.. Mereka berdua seperti pasangan serasi yang berduet di depan panggung untuk menghibur penonton semua.. Dan Pada saat Karavan yang di tumpangi milik Lass datang ke tempat Ellia.. tiba - tiba ada seorang wanita cantik berambut ungu dan matanya berwarna merah darah memakai mahkota ratu itu menghampiri Lass.. Kemarilah.. maukah kau ikut denganku Lass Isolet anak keturunan pembunuh sadis yang terakhir hidup?? khu.. khu.. khu..
Tiba - tiba
"Lady Kaze'aze.. apakah kamu tertarik kepada anak ini??" Kata Zidler. Nama wanita cantik itu adalah Lady Kaze'aze. "Sepertinya begitu.. aku akan membawanya ke istanaku.. mari kita bicarakan secara berdua.." Kata Lady Kaze'aze. "Sampai nanti bocah tampan.. *smile*" Kata Lady Kaze'aze kepada Lass dan langsung berlalu bersama Zidler.
Di tempat Zidler.
"Jadi.. berapa banyak yang akan kamu keluarkan untuk bocah itu??" Kata Zidler. "Huh.. aku tidak akan membayarmu sepeserpun Zidler.. ingat itu.. kau masih berhutang satu wadah kepadaku.. khu khu khu.." Kata Lady Kaze'aze. "Aah.. Soal itu.. aku akan memberikan Oretina kepadamu bagaimana?? dia cantik.. dia bisa di jadikan wadahmu.. bagaimana?" Kata Zidler menawar. "Aku tidak mau wadah orang sampah itu Ingat itu!! aku mau bocah itu menjadi wadahku dan pangeranku.. khu khu khu.." Kata Lady Kaze'aze. "Tapii.. Jiwa dia sangat saya butuhkan juga untuk mencapai kehidupan kekekalan.." Kata Zidler. "Jika kau tidak memberikan anak itu kepadaku.. aku akan mengirimmu ke tempat para Demon berada.. apa kamu mau??" ancam Lady Kaze'aze. "Ba.. Baiklah.. aku akan memberikan bocah itu kepadamu.." Kata Zidler.
Di tempat Lass (Kandang binatang)
"Lass.. ikutlah denganku.. mau kah kau??" bujuk Lady Kaze'aze. "Tapi.. apakah Master Zidler tidak akan marah kepadaku? aku takut oleh kemarahan dia.. dia selalu membuat aku menderita.." Kata Lass. "Tenanglah Lass ku.. kau tidak akan menderita lagi.. karena kamu akan tinggal di istanaku.. khu khu khu.." Kata Lady Kaze'aze. "Baiklah.. sebelum pergi aku akan berpamitan dulu kepada seseorang.." Kata Lass. "Jangan Lass. Jangan.. jika kamu berpamitan.. maka dia akan merasa sakit hati lagi.. jadi biarlah dia disini.." bujuk Lady Kaze'aze. "Tapii.." Kata Lass. "Menurutlah apa kataku!!" bentak Lady Kaze'aze. Dan tiba - tiba mata Lass berubah menjadi putih kosong.. "Nah.. sekarang kau milikku.. sekarang.. Hancurkanlah tempat ini bersama kenangan masa - masa suram mu disini.." bisik Lady Kaze'aze. Dan akhirnya Sirkus tempat dimana dia di besarkan , bersenda gurau , bertemu banyak penonton , suka dan duka.. telah lenyap oleh api kebencian..
"Bagus.. sekarang.. ikutlah denganku.." Kata Lady Kaze'aze. Dan akhirnya Lass di bawa pergi oleh Lady Kaze'aze ke istana nya..
Di reruntuhan sirkus.
"Lady Kaze'aze sial.. suatu hari aku akan membalas perbuatanmu ini.. lihatlah kau Kaze'aze. Suatu saat anak itu akan kembali ke tanganku.. hahahahahaha." kata Zidler. Dan Akhirnya , Oretina , Zidler meninggal akibat kebakaran yang terjadi..
"Nah Lass.. sekarang kau adalah pangeranku.. maukah kau melakukan sesuatu pangeranku?" Kata Lady Kaze'aze. "Apa saja yang kau inginkan Ratuku.." Kata Lass. Lass yang saat ini sedang di bawah pengaruh jahat kekuatan Lady Kaze'aze tidak mengetahui bahwa dirinya akan di jadikan wadah tempat untuk dia bertahan hidup. "Bebaskanlah makhluk - makhluk yang ada di dimensi ini pergi ke tempat asalnya.. dan kirimlah penjaga - penjaga di setiap benua.." perintah Lady Kaze'aze. "Groooaaaaa...." Lass yang tanpa sadar di kendalikan oleh Lady Kaze'aze membebaskan makhluk - makhluk yang kejam dari dimensi lain.. dan setelah itu pertempuran terbesar tercipta.. makhluk - makhluk yang ada di benua Bermesiah pun menyerang kerajaan Kanavan..
Di Kastil Kaze'aze..
"Hahahahaha.. tubuh ini.. tubuh seorang Half Demon Blood.. sangat kuat sekali tubuh ini.." Kata Lady Kaze'aze. "Aku tidak salah memilih untuk menggunakan tubuh ini sebagai wadah untuk memulihkan wujud asli ku.. Huahahahahahahahaha.." Kata Lady Kaze'aze.
To Be Continued,
Next Chapter,
Chapter 4 : Secret of His Title Revealed.
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Jumat, 17 Februari 2012
..::: Lass Story Part 2 :::..
Chapter 2 : The Nightmare Has Begun Part 1
"Hmm.. apa aku terima tawaran wanita tersebut??" Kata Lass memikirkannya.. "Tapi dia yakin sekali mempunyai banyak info tentang kakakku dan orang tuaku.." Kata Lass lanjutnya..
Setelah lama berpikir Lass pun memutuskan untuk pergi ke tempat Oretina memberi tiket kepada Lass.. ke pertunjukkan sirkus..
Di Pertunjukkan Sirkus..
Zidler : "Baiklah semuanya.. kalian harus membuat anak berambut putih itu takjub akan sirkus kita.. buat dia untuk mau bergabung dengan kita.."
Oretina : "Jadi.. dia datang ya??"
Zidler : "Oretina.. Kerjamu bagus sekali.. kamu pandai sekali menggiring anak berandalan itu ke tempat kita.. khu khu khu.."
Oretina : "Pekerjaan itu tidaklah sulit.. hanya untuk meyakinkan dirinya saja.. hahahaha.."
Zidler : "Baiklah.. sekarang keluarlah dan tunjukkan semua kemampuan kalian.. Hari ini Anak itu akan jadi milik kita..!!"
Di bangku penonton Lass hanya melihat pertunjukkan itu dengan biasa saja.. "Huh.. tidak ada yang menarik.. aku pulang.." Kata Lass yang langsung berlalu dari bangku penonton.. Melihat Lass akan pergi Oretina langsung berkata "Aku butuh satu penonton untuk maju kepanggung sebagai sukarelawan.. ada yang mau??" "Oh iya.. kau disana.. kau yang sedang ke pintu keluar.. kemari lah.." Kata Oretina menunjuk ke Lass.. "Apa?!? Aku?? Aku tidak mau menjadi sukarelawan.." Kata Lass.. "Ayolah naik ke atas.." Kata Oretina. "Cih.. baiklah aku akan naik ke panggung.." Kata Lass. "Terima kasih telah datang kesini Lass.." Bisik Oretina kepada Lass.. "Hmm.. cepat katakan apa yang kamu ketahui tentang kakakku??" Bisik Lass.. "Tenang Lass.. setelah pertunjukkan ini selesai aku akan menceritakkan tentang apa yang ingin kamu ketahui.." Kata Oretina.
Seusai pertunjukkan..
"Baiklah.. katakan sekarang.. dimana kakakku sekarang??" Kata Lass.. "Khu.. khu.. khu.. Well.. Well.. Lass.. terima kasih telah datang ke tempat sirkus kami.. hahaha.." Kata seseorang yang masih terbayang - bayang.. "Siapa kau?? Dan apa maumu?!" Kata Lass. "Hahahaha... yang aku mau hanya dirimu Lass.. aku ingin kau bergabung dengan sirkus kami.. hahaha.." "Bagaimana?? Jika kau ikut dengan kita.. maka akan ku ceritakan semuanya tentang kakakmu.." "Oh iya.. belum kuperkenalkan diriku.. Namaku adalah Zidler sang puppet master.. Gyahahahahahaha..." Kata Zidler. "Tawaran yang bodoh!! Aku tidak akan mau ikut karavan sirkus seperti ini!!" Kata Lass.. Saat Lass ingin keluar tiba - tiba ada Oretina menjaga di depan pintu gerbang.. "Kau tidak boleh keluar Lass.. Kau harus ikut dengan kita.." Kata Oretina. "Huh.. apa yang membuatku untuk mengikuti karavan bodoh ini??" Kata Lass.. "Baiklah jika kamu tidak mau.. Lawanlah aku.. jika kamu kalah kamu ikut dengan kita.. jika aku kalah kamu boleh pergi.. Bagaimana?? Tawaran yang menarik bukan??" Kata Oretina. "Baiklah akan kuterima tawaranmu itu Oretina.. aku tidak akan segan - segan menyerangmu.." Kata Lass. "Jangan menahan dirimu sendiri.. hahahahaha.." Kata Oretina. "Aku akan menikmati pertarungan ini.." Kata Lass.
Akankah Lass akan bergabung dengan Nightmare Circus??
To Be Continued
Next Chapter,
Chapter 3 : The Nightmare Has Begun Final (Part 2)
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
"Hmm.. apa aku terima tawaran wanita tersebut??" Kata Lass memikirkannya.. "Tapi dia yakin sekali mempunyai banyak info tentang kakakku dan orang tuaku.." Kata Lass lanjutnya..
Setelah lama berpikir Lass pun memutuskan untuk pergi ke tempat Oretina memberi tiket kepada Lass.. ke pertunjukkan sirkus..
Di Pertunjukkan Sirkus..
Zidler : "Baiklah semuanya.. kalian harus membuat anak berambut putih itu takjub akan sirkus kita.. buat dia untuk mau bergabung dengan kita.."
Oretina : "Jadi.. dia datang ya??"
Zidler : "Oretina.. Kerjamu bagus sekali.. kamu pandai sekali menggiring anak berandalan itu ke tempat kita.. khu khu khu.."
Oretina : "Pekerjaan itu tidaklah sulit.. hanya untuk meyakinkan dirinya saja.. hahahaha.."
Zidler : "Baiklah.. sekarang keluarlah dan tunjukkan semua kemampuan kalian.. Hari ini Anak itu akan jadi milik kita..!!"
Di bangku penonton Lass hanya melihat pertunjukkan itu dengan biasa saja.. "Huh.. tidak ada yang menarik.. aku pulang.." Kata Lass yang langsung berlalu dari bangku penonton.. Melihat Lass akan pergi Oretina langsung berkata "Aku butuh satu penonton untuk maju kepanggung sebagai sukarelawan.. ada yang mau??" "Oh iya.. kau disana.. kau yang sedang ke pintu keluar.. kemari lah.." Kata Oretina menunjuk ke Lass.. "Apa?!? Aku?? Aku tidak mau menjadi sukarelawan.." Kata Lass.. "Ayolah naik ke atas.." Kata Oretina. "Cih.. baiklah aku akan naik ke panggung.." Kata Lass. "Terima kasih telah datang kesini Lass.." Bisik Oretina kepada Lass.. "Hmm.. cepat katakan apa yang kamu ketahui tentang kakakku??" Bisik Lass.. "Tenang Lass.. setelah pertunjukkan ini selesai aku akan menceritakkan tentang apa yang ingin kamu ketahui.." Kata Oretina.
Seusai pertunjukkan..
"Baiklah.. katakan sekarang.. dimana kakakku sekarang??" Kata Lass.. "Khu.. khu.. khu.. Well.. Well.. Lass.. terima kasih telah datang ke tempat sirkus kami.. hahaha.." Kata seseorang yang masih terbayang - bayang.. "Siapa kau?? Dan apa maumu?!" Kata Lass. "Hahahaha... yang aku mau hanya dirimu Lass.. aku ingin kau bergabung dengan sirkus kami.. hahaha.." "Bagaimana?? Jika kau ikut dengan kita.. maka akan ku ceritakan semuanya tentang kakakmu.." "Oh iya.. belum kuperkenalkan diriku.. Namaku adalah Zidler sang puppet master.. Gyahahahahahaha..." Kata Zidler. "Tawaran yang bodoh!! Aku tidak akan mau ikut karavan sirkus seperti ini!!" Kata Lass.. Saat Lass ingin keluar tiba - tiba ada Oretina menjaga di depan pintu gerbang.. "Kau tidak boleh keluar Lass.. Kau harus ikut dengan kita.." Kata Oretina. "Huh.. apa yang membuatku untuk mengikuti karavan bodoh ini??" Kata Lass.. "Baiklah jika kamu tidak mau.. Lawanlah aku.. jika kamu kalah kamu ikut dengan kita.. jika aku kalah kamu boleh pergi.. Bagaimana?? Tawaran yang menarik bukan??" Kata Oretina. "Baiklah akan kuterima tawaranmu itu Oretina.. aku tidak akan segan - segan menyerangmu.." Kata Lass. "Jangan menahan dirimu sendiri.. hahahahaha.." Kata Oretina. "Aku akan menikmati pertarungan ini.." Kata Lass.
Akankah Lass akan bergabung dengan Nightmare Circus??
To Be Continued
Next Chapter,
Chapter 3 : The Nightmare Has Begun Final (Part 2)
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Sabtu, 21 Januari 2012
..::: Lass Story Part 1 :::..
Chapter 1 : Lass X Rufus
Di sebuah tempat di kerajaan Serdin.. terdapat sebuah keluarga yang sangat bahagia.. mereka hidup rukun ber tiga.. ya.. mereka adalah keluarga Isolet atau biasa di panggil oleh Isolde.. Keluarga mereka sangat misterius.. sehingga orang - orang yang di sekitar mereka memanggil mereka xXx atau bisa d sebut The Bounty Hunter.. Keluarga Isolet terkenal sangat dingin dan Ayah dan Ibunya adalah seorang pemburu bayaran yang sangat terkenal sadis.. Sampai suatu saat dia melahirkan dua buah anak.. anak tertua bernama Rufus Isolde dan anak paling kecil adalah Lass Isolde.
5 Tahun kemudian..
Terdapat sebuah kekacauan di negeri Serdin.. Serdin telah di serang oleh beberapa monster.. Lass dan Rufus yang masih kecil itu sangat ketakutan akan makhluk itu.. "Rufus.. Bawa adikmu pergi dari sini.. disini terlalu bahaya untuk kalian.." Kata Ibunya. "Tetapi Bu.. aku tidak mau meninggalkan ibu dan ayah.. *Hiks Hiks*" Kata Rufus. "Ibu tidak akan meninggalkan kalian Ibu pasti akan kembali.." Kata Ibunya. "Nah sekarang kalian pergi yaah.. Jaga Adikmu baik - baik ya.." Kata Ibunya lagi. "Lass, ikut denganku.. kita akan pergi ke suatu tempat.." Kata Rufus. "Asik kita akan pergi kak??" Kata Lass. "Rufus , Lass.. Sebelum kalian pergi Ibu dan Ayah punya 1 warisan buat kalian.." kata Ibunya. "A.apa itu ayah?? ibu??" Kata Rufus bingung. "Ini Rufus.. Eyeteeth milik ayah akan ayah berikan untukmu.. Jagalah Adikmu baik - Baik yah.. Percayalah kepada Eyeteeth ini maka dia akan membantumu.." Kata Ayahnya sambil memberikan 1 pasang senjata Handgun dan Bustergun berwarna merah darah kepada Rufus.. "Terima Kasih Ayah.." Kata Rufus. "Dan buatmu Lass.. Ibu hanya punya ini.. Jagalah ini baik - baik.. Belati ini jika kamu memakainya dengan baik maka akan sangat mematikkan.. jika kamu memakainy untuk yang jahat makan akan sangat menyakitkan untukmu.." Kata Ibunya yang memberikan 1 pasang Belati kepada Lass. "Terima Kasih Ibu.." Kata Lass dengan polos. "Nah, Ayo Lass kita pergi jalan - jalan.." kata Rufus. "Ayo kak.." kata Lass menjawabnya.. "Ibu , Ayah kita akan kembali sore nanti yaah.." kata Lass. "Jaga dirimu baik - baik nak.." Kata Ibunya.
Lass yang masih berumur 3 tahun itu tidak mengetahui bahwa Ayah dan Ibunya akan berkorban untuk menyelamatkan mereka.. Rufus yang mengetahui akan hal itu tidak mau memberitahukan kepada adiknya itu.. karena terlalu dini dia mendapatkan pukulan seberat ini.. Hingga..
Sore Hari.
"Ayah , Ibu.. Kami pulang.." Teriak Lass yang belum sampai di rumahnya.. melihat tidak ada respon Lass sangat khawatir dengan kedua orang tuanya.. "Kakak, Ayah sama Ibu kemana?? Kok Sepi?" Kata Lass.. "Lass.. Kita harus tegar ya.. ini adalah pukulan yang berat untuk kita.. (Sambil menitikkan air matanya)." Kata Rufus "Maksud kakak apa?? Ayah dan Ibu kemana kak??" Melihat Rufus meneteskan air matanya dari kedua bola matanya berwarna biru laut itu Lass juga menangis.. "Mengapa kakak menangis?? *Hiks Hiks*" Lanjutnya. "Ayah dan Ibu.. Sudah Meninggal.." Kata Rufus. Mendengar kabar itu dari Rufus, Lass tidak percaya dan kaget langsung menangis. "Nggak Mungkin kak.. Nggak Mungkin Ayah dan Ibu meninggal.. Aku harus pulang ke rumah.. pasti mereka ada di rumah!!" Kata Lass yang langsung berlari menuju Rumahnya.. "Lass tunggu.. jangan kesana sendirian.. sangat berbahaya jika kamu sendirian.. tunggu aku Lass!!" Kata Rufus yang langsung menyusul Lass yang sedang berlari itu..
Sesampainya di rumah mereka.. Mereka melihat banyak Orcs yang berada di sekitar rumahnya.. "Tidak.. Tidak mungkin.." Kata Lass yang langsung tertunduk di tempat halaman Rumahnya.. Melihat hal itu para Orcs langsung mengepung Lass yang sedang tertunduk.. "Lass!! Menunduk lah!!!" Kata Rufus yang langsung matanya berubah menjadi warna Merah menyala.. "Tidak akan ku ampuni jika kamu menyentuh adikku atau mendekatinya lagi!!"Kata Rufus yang langsung marah.. "Make it Rain!!" Rufus yang langsung menembakkan peluru nya kelangit hilang.. dan tiba - tiba langit berubah menjadi gelap dan turunlah hujan peluru yang tadi di tembakkan oleh Rufus itu.. Rufus yang langsung melindungi Lass dengan tubuhnya itu menahan rasa sakit akibat hantaman hujan peluru tersebut.. "Jangan takut.. kakak ada disini.." Kata Rufus yang tersenyum.. "Ka.Kakak.. Awas kak!! di belakangmu!!" Kata Lass. "Uugh.. aku tidak bisa bergerak Lagi.." Kata Rufus.. "Lass.. Lari.. Larilah dari sini.. maafkan kakak karena tidak bisa melindungimu.." Kata Rufus yang langsung mendorong Lass jauh - jauh.. "Kakak.." Kata Lass.. "Lari bodoh!! Lari!! Carilah tempat berlindung!! Jangan memikirkan aku!!" Kata Rufus..
"Maafkan aku Lass.. aku tidak bisa bersamamu.." Kata Rufus.
Setelah berakhir peperangan itu Lass hidup seorang diri.. sebagian dari teman - temannya menjauhi dia karena dia dianggap telah membunuh seluruh orang tuanya.. Setelah kematian Ayah dan Ibunya dan Kematian Rufus.. Lass menjadi pendiam..
Lalu Tiba - tiba datang seorang wanita.. namanya adalah Oretina.. "Hei Lass.. aku mendengar bahwa kau adalah satu - satunya orang yang selamat dari kekacauan waktu itu.." Kata Oretina.. "Hmmph.. aku tidak mau membahasnya.. Siapa kau dan perlu apa denganku?? Cepat selesaikan atau kubunuh kau.." Kata Lass menatap dingin kemata Oretina.. "anu.. Maafkan aku.. Namaku adalah Oretina.. Aku datang kesini karena melihatmu sering berpindah - pindah tempat untuk mendapatkan tempat tinggal.." Kata Oretina. "Datangalah ke tempat ini.. maka aku akan memberikan semua jawaban yang sedang kau pikirkan.. aku tahu banyak tentang kamu dan keluargamu.. Jadi , datanglah.." Kata Oretina yang memberikan sebuah tiket pertunjukkan kepada Lass. "Hmph.. aku tidak tertarik.. akan ku pertimbangkan.. Jika, kau tidak punya keperluan lagi segeralah pergi dari sini atau aku akan menghantuimu seumur hidupmu.." Kata Lass. "Baiklah.. aku tunggu keputusanmu.. aku harap kamu bisa datang ke tempatku.." Kata Oretina yang langsung berlalu..
To Be Continued..
Next Chapter,
Chapter 2 : The Nightmare Has Begun
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Di sebuah tempat di kerajaan Serdin.. terdapat sebuah keluarga yang sangat bahagia.. mereka hidup rukun ber tiga.. ya.. mereka adalah keluarga Isolet atau biasa di panggil oleh Isolde.. Keluarga mereka sangat misterius.. sehingga orang - orang yang di sekitar mereka memanggil mereka xXx atau bisa d sebut The Bounty Hunter.. Keluarga Isolet terkenal sangat dingin dan Ayah dan Ibunya adalah seorang pemburu bayaran yang sangat terkenal sadis.. Sampai suatu saat dia melahirkan dua buah anak.. anak tertua bernama Rufus Isolde dan anak paling kecil adalah Lass Isolde.
5 Tahun kemudian..
Terdapat sebuah kekacauan di negeri Serdin.. Serdin telah di serang oleh beberapa monster.. Lass dan Rufus yang masih kecil itu sangat ketakutan akan makhluk itu.. "Rufus.. Bawa adikmu pergi dari sini.. disini terlalu bahaya untuk kalian.." Kata Ibunya. "Tetapi Bu.. aku tidak mau meninggalkan ibu dan ayah.. *Hiks Hiks*" Kata Rufus. "Ibu tidak akan meninggalkan kalian Ibu pasti akan kembali.." Kata Ibunya. "Nah sekarang kalian pergi yaah.. Jaga Adikmu baik - baik ya.." Kata Ibunya lagi. "Lass, ikut denganku.. kita akan pergi ke suatu tempat.." Kata Rufus. "Asik kita akan pergi kak??" Kata Lass. "Rufus , Lass.. Sebelum kalian pergi Ibu dan Ayah punya 1 warisan buat kalian.." kata Ibunya. "A.apa itu ayah?? ibu??" Kata Rufus bingung. "Ini Rufus.. Eyeteeth milik ayah akan ayah berikan untukmu.. Jagalah Adikmu baik - Baik yah.. Percayalah kepada Eyeteeth ini maka dia akan membantumu.." Kata Ayahnya sambil memberikan 1 pasang senjata Handgun dan Bustergun berwarna merah darah kepada Rufus.. "Terima Kasih Ayah.." Kata Rufus. "Dan buatmu Lass.. Ibu hanya punya ini.. Jagalah ini baik - baik.. Belati ini jika kamu memakainya dengan baik maka akan sangat mematikkan.. jika kamu memakainy untuk yang jahat makan akan sangat menyakitkan untukmu.." Kata Ibunya yang memberikan 1 pasang Belati kepada Lass. "Terima Kasih Ibu.." Kata Lass dengan polos. "Nah, Ayo Lass kita pergi jalan - jalan.." kata Rufus. "Ayo kak.." kata Lass menjawabnya.. "Ibu , Ayah kita akan kembali sore nanti yaah.." kata Lass. "Jaga dirimu baik - baik nak.." Kata Ibunya.
Lass yang masih berumur 3 tahun itu tidak mengetahui bahwa Ayah dan Ibunya akan berkorban untuk menyelamatkan mereka.. Rufus yang mengetahui akan hal itu tidak mau memberitahukan kepada adiknya itu.. karena terlalu dini dia mendapatkan pukulan seberat ini.. Hingga..
Sore Hari.
"Ayah , Ibu.. Kami pulang.." Teriak Lass yang belum sampai di rumahnya.. melihat tidak ada respon Lass sangat khawatir dengan kedua orang tuanya.. "Kakak, Ayah sama Ibu kemana?? Kok Sepi?" Kata Lass.. "Lass.. Kita harus tegar ya.. ini adalah pukulan yang berat untuk kita.. (Sambil menitikkan air matanya)." Kata Rufus "Maksud kakak apa?? Ayah dan Ibu kemana kak??" Melihat Rufus meneteskan air matanya dari kedua bola matanya berwarna biru laut itu Lass juga menangis.. "Mengapa kakak menangis?? *Hiks Hiks*" Lanjutnya. "Ayah dan Ibu.. Sudah Meninggal.." Kata Rufus. Mendengar kabar itu dari Rufus, Lass tidak percaya dan kaget langsung menangis. "Nggak Mungkin kak.. Nggak Mungkin Ayah dan Ibu meninggal.. Aku harus pulang ke rumah.. pasti mereka ada di rumah!!" Kata Lass yang langsung berlari menuju Rumahnya.. "Lass tunggu.. jangan kesana sendirian.. sangat berbahaya jika kamu sendirian.. tunggu aku Lass!!" Kata Rufus yang langsung menyusul Lass yang sedang berlari itu..
Sesampainya di rumah mereka.. Mereka melihat banyak Orcs yang berada di sekitar rumahnya.. "Tidak.. Tidak mungkin.." Kata Lass yang langsung tertunduk di tempat halaman Rumahnya.. Melihat hal itu para Orcs langsung mengepung Lass yang sedang tertunduk.. "Lass!! Menunduk lah!!!" Kata Rufus yang langsung matanya berubah menjadi warna Merah menyala.. "Tidak akan ku ampuni jika kamu menyentuh adikku atau mendekatinya lagi!!"Kata Rufus yang langsung marah.. "Make it Rain!!" Rufus yang langsung menembakkan peluru nya kelangit hilang.. dan tiba - tiba langit berubah menjadi gelap dan turunlah hujan peluru yang tadi di tembakkan oleh Rufus itu.. Rufus yang langsung melindungi Lass dengan tubuhnya itu menahan rasa sakit akibat hantaman hujan peluru tersebut.. "Jangan takut.. kakak ada disini.." Kata Rufus yang tersenyum.. "Ka.Kakak.. Awas kak!! di belakangmu!!" Kata Lass. "Uugh.. aku tidak bisa bergerak Lagi.." Kata Rufus.. "Lass.. Lari.. Larilah dari sini.. maafkan kakak karena tidak bisa melindungimu.." Kata Rufus yang langsung mendorong Lass jauh - jauh.. "Kakak.." Kata Lass.. "Lari bodoh!! Lari!! Carilah tempat berlindung!! Jangan memikirkan aku!!" Kata Rufus..
"Maafkan aku Lass.. aku tidak bisa bersamamu.." Kata Rufus.
Setelah berakhir peperangan itu Lass hidup seorang diri.. sebagian dari teman - temannya menjauhi dia karena dia dianggap telah membunuh seluruh orang tuanya.. Setelah kematian Ayah dan Ibunya dan Kematian Rufus.. Lass menjadi pendiam..
Lalu Tiba - tiba datang seorang wanita.. namanya adalah Oretina.. "Hei Lass.. aku mendengar bahwa kau adalah satu - satunya orang yang selamat dari kekacauan waktu itu.." Kata Oretina.. "Hmmph.. aku tidak mau membahasnya.. Siapa kau dan perlu apa denganku?? Cepat selesaikan atau kubunuh kau.." Kata Lass menatap dingin kemata Oretina.. "anu.. Maafkan aku.. Namaku adalah Oretina.. Aku datang kesini karena melihatmu sering berpindah - pindah tempat untuk mendapatkan tempat tinggal.." Kata Oretina. "Datangalah ke tempat ini.. maka aku akan memberikan semua jawaban yang sedang kau pikirkan.. aku tahu banyak tentang kamu dan keluargamu.. Jadi , datanglah.." Kata Oretina yang memberikan sebuah tiket pertunjukkan kepada Lass. "Hmph.. aku tidak tertarik.. akan ku pertimbangkan.. Jika, kau tidak punya keperluan lagi segeralah pergi dari sini atau aku akan menghantuimu seumur hidupmu.." Kata Lass. "Baiklah.. aku tunggu keputusanmu.. aku harap kamu bisa datang ke tempatku.." Kata Oretina yang langsung berlalu..
To Be Continued..
Next Chapter,
Chapter 2 : The Nightmare Has Begun
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Langganan:
Postingan (Atom)







