This Story made by me.. Nites. I'm The Author.. Nites.. Based on the true story from each character..
Senin, 26 Maret 2012
..::: Lass Story Part 5 :::..
Chapter 5 : Gathering!! Lass Meet Rufus.
"Hmm.. tidak ada apa - apa Lass di luar.. kamu hanya berkhayal yang enggak - enggak kalii.. ayo udh kamu main lagi sana di luar.. Ibu harus masak dulu.. sebentar lagi Ayah pulang.." Kata Ibunya.
"Baiklah buu.. aku pergi dulu yaah.. nanti aku akan pulang saat jam makan malam tiba.. hehehehehe.." Kata Lass yang langsung berlari ke hutan..
Sore Hari..
"Istriku.. aku menemukan seseorang.. pasti kamu mengenali dia.. tolong bantu aku mengangkatnya.." Kata Ayah Lass. "Huuh.. siapa ini yaah?? rambutnya pernah aku kenal deeh.. tunggu.. ada tanda di lengan kanannya" Kata Ibu Lass. " *Shock*. apakah mungkin diaa ini..??" Kata Ibu Lass yang kaget setelah melihat tanda di tangan Kanan Rufus. "Apakah ini benar Yah kalau ini adalah keturunan keluarga Wild??" Kata Ibu Lass menebak. "Benar.. ini anaknya dari keluarga Wild.. aku tidak tahu bagaimana dia bisa selamat dari tempat neraka itu.." Kata Ayahnya Lass. "Ibuuu.. aku pulaang.." Kata Lass yang langsung datang dari jendela rumahnya. "Lass!! sudah berapa kali ibu bilang?!! kalau masuk ke rumah lewat pintu depan doonk!! jangan se enaknya masuk lewat jendela rumah.. Huuh.." Kata Ibunya Lass yang langsung menjewer Kupingnya Lass. "Aduuuh.. Ibu.. Sakiiit.. Iya - Iya.. aku tidak akan mengulanginya lagii.." Kata Lass. "Janji yaah.." Kata Ibunya. "Iyaa.." Kata Lass melas karena kupingnya merah karena habis di jewer oleh Ibunya. "Ibuu.. siapa dia yang di pangkuan Ayah??" Kata Lass sambil melihat bocah yang lebih tua sedikit dari dia sedang di rawat oleh Ayahnya.. "Oooh.. itu adalah Kakak Tirimu Lass.." Kata Ibunya. "Ka..Ka.. Kakak Tiri??" Kata Lass Heran. "Iyaaa.. ini adalah Kakak Tirimu dan juga sekalian Kakak yang paling tua.." Kata Ibunya menjelaskan.. "Hmm.. Sejak kapan aku punya Kakak, bu?? perasaan aku tidak pernah melihat orang itu bu di rumah.." Kata Lass masih heran. "Aduuuh.. kamu ini susah yaah di kasih tahu nya Lass.. dia itu adalah anak dari keluarga Aliansi kita keluarga "Wild".. dan lagian juga dia umurnya lebih tua darimu Lass.. Jadi anggap aja dia Kakakmu yaah.. hehehehehe.. jadi kamu ada teman bermain deh.. hehehehehe.." Kata Ibunya menjelaskan. "Ooh begitu ya bu.. Ok.. aku akan menganggap dia sebagai Kakakku.. jadi seru nih ada teman mainnya.. hehehehehe.." Kata Lass bersemangat..
Tiba - tiba..
"Uukh.. dimana aku" Kata Seseorang.. "Kamu berada di rumah saya naak.. bangunlah dan ceritakan bagaimana kamu bisa sampai kesini.." Kata Ayahnya Lass yang sedang berusaha membangunkannya. "Uukh.. siapa kalian?!!" Kata pemuda itu yang langsung berdiri dan menjauh dari keluarga Lass.. "Tenanglah.. kami adalah keluarga Aliansi kamu.. kami adalah keluarga "XxX Isolet"." Kata Ayahnya Lass menenangkan pemuda itu.. Tiba - tiba Lass menghampiri pemuda itu dan menjulurkan tangan kanannya.. "Hai.. Aku Lass Isolet.. siapa kamu??" Kata Lass. "Aku Rufus Wild.. senang berkenalan denganmu Lass.." kata pemuda itu yang bernama Rufus Wild. "Senang berkenalan denganmu juga Rufus Wild.. hihihihihi.." Kata Lass sambil tersenyum. "Ya." Kata Rufus. "Rufus.. Lass.. ayo kita makan.. makanan sudah siap di meja.." ajak Ibunya..
"Nah Rufus.. ceritakan bagaimana kamu bisa sampai ke dunia ini?? bukankah Dunia Demon itu sangat susah di lewati?" Kata Ayahnya penasaran. "Oh iya.. mengenai hal itu.. aku terlempar dari Dunia Demon.." Kata Rufus. "Terlempar??" Kata Ayah dan Ibunya Lass yang ngomong hampir bareng. "Iyaa.. jadi begini ceritanya.. saat aku sedang asiknya bermain.. tiba - tiba ada sebuah lubang besar di jauh sana.. aku akhirnya kesana karena penasaran.. tiba - tiba aku terhisap oleh lubang itu.. aku sudah menjerit minta tolong.. tetapi tidak ada yang menolongku.. dan akhirnya aku terlempar dari Dunia Demon ke Dunia ini.. sebelumnya aku mendarat di dataran Archimedia.. di tempat itu aku bertemu Demon yang bernama Veron.. dia ternyata yang telah membuka lubang dimensi itu.." Kata Rufus menceritakan kejadiannya.. "Tapii.. apakah orang tua kamu tidak tahu akan hal ini??" Kata Ibunya Lass Khawatir. "orang tua?? bukannya kalian adalah orang tuaku??" Kata Rufus Menebak. " *Shock* Apakah dia hilang ingatan??" Kata Ayahnya di dalam hati. "Iya nak.. kamu adalah anak kami.. dan itu yang sedang makan adalah Lass.. adikmu.." Kata Ayahnya. " *nyam - nyam* Haaaii.. waku Lhasst" (Hai Aku Lass). Kata Lass yang sedang makan.. "Lass.. sebaiknya kamu habiskan makanmu dulu sebelum berbicara.." Kata Ibunya Lass.. "Hai Lass.. sebagai Kakakmu.. aku bertanggung jawab untuk melindungimu.." Kata Rufus tersenyum.
Malam Hari..
"Nah.. ini kamarmu Rufus.. kamu satu kamar dengan adikmu.. tidak apa - apa kan??" Kata Ibunya. "Tidak apa - apa bu.. malah aku senang kalau aku bisa satu kamar dengan adikku ini.." Kata Rufus yang langsung masuk ke ruangan serba biru.. "Kalau begitu.. Ibu tinggalkan kamu yah disini.. tidak apa - apa kan??" Kata Ibunya. "Ya.." Kata Rufus mengangguk kepalanya. "Waah.. ternyata kamarnya serba biru langit yaah.." Kagum Rufus. "Hai kak.. mulai hari ini kita akan satu kamar.. hehehehehe.." Kata Lass yang langsung datang dari pintu kamarnya.. "Iyaa.. mulai sekarang kita satu kamar.." Kata Rufus. "Lass.. Rufus.. saatnya tidur.. ayoo besok mau ke hutan berburu bareng bersama Ayahmu.." Teriak Ibunya.. "Iya Buu.." teriak mereka berdua bareng.. "Ayo.. sebaiknya kita tidur sebelum kita mendapat masalah yang lebih serius.." Kata Rufus. "Baik kak.." Kata Lass.. dan mereka berdua pun tertidur pulas..
To Be Continued..
Next Chapter,
Chapter 6 : Unstoppable Powers!!! Lass and Rufus Mad
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
..::: Lass Story Part 4 :::..
Chapter 4 : Secret of His Title Revealed.
Kita balik dulu ke beberapa puluh tahun lalunya di saat Lass bertemu dengan Rufus kakaknya..
Pagi itu di rumah Lass.. Ayah Lass sedang berburu di hutan.. sedangkan Ibunya sedang mengurus rumah tangga.. sedangkan Lass lagi asik bermain di halaman belakang rumahnya..
"Lass.. jangan pergi jauh - jauh yaa.." Seru Ibunya dari kejauhan.. "Aku tidak akan kemana - mana bu.. aku janji akan melindungi Ibu kalau Ayah sedang berburu.. Hehehehehehehe.." Kata Lass. Ya.. Lass yang dulu adalah saat berumur 3 tahun.. riang gembira , suka berpetualang , manja.
Tiba - tiba ada cahaya hitam di kejauhan hutan bersinar.. Lass yang menyadari akan hal tersebut langsung berlari menuju rumahnya dan memberitahukan akan hal aneh itu kepada Ibunya.. "Ibu.. Ibu.. ada cahaya hitam di hutan itu bu.. aku takutt.. *Hiks.. Hikss..*" Kata Lass ketakutan.. "Hahaha.. Lass kecil.. kamu jangan khawatir yaah.. selama masih ada Ibu.. Ibu akan melindungimu.. nah.. sekarang.. Ibu harus melihat apa yang kamu lihat dulu yaah.." Kata Ibunya yang sambil berdiri dan keluar dari rumahnya..
Di Hutan..
"Hmm.. tidak adakah binatang liar di sekitar sini? ini aneh.. sejak sinar hitam tadi tiba - tiba binatang liar menjadi tidak ada.. apa yang sebenarnya terjadi.." Kata Ayah Lass.. "Aku harap Lass baik - baik saja.. aku punya firasat buruk tentang hal ini.." Kata Ayahnya.. Tiba - tiba ada suara aneh di balik semak - semak.. "*Sruuk.. Sruuk*". "Hmm.. apa ini binatang Buas?? Aku datangi saja aah.." Kata Ayahnya. Tiba - tiba dia kaget.. ternyata yang ada di balik semak - semak itu adalah seorang bocah berumur sekitar 4 tahun an yang sedang sekarat karena banyak luka di sekujur tubuhnya.. Lalu.. Anak itu berjalan menuju arah Ayahnya Lass dan tiba - tiba pingsan di depan Ayahnya Lass.. melihat hal itu Ayahnya bingung.. antara mau di bawa ke kota Serdin untuk di beri informasi bahwa ada anak hilang atau di bawa ke rumah untuk di rawat.. "Tunggu sebentar.. anak ini seperti Lass.." kata Ayahnya Lass itu. Lalu tiba - tiba reaksi Ayahnya Lass langsung terkejut melihat ada sebuah lambang seperti lambang keluarganya Lass..
Flash Back..
di dunia ini keluarga Lass mempunyai lambang.. tidak ada yang mempunyai Lambang itu selain keturunan keluarga pembunuh bayaran Isolet.. tetapi.. waktu dahulu ada Lambang yang sama seperti lambang keluarga Isolet.. yaitu keluarga Wild.. keluarga Wild dan Isolet sangat dekat.. bahkan mereka bisa di anggap sebagai keluarga besar pembunuh bayaran.. akan tetapi ada suatu tragedi mengerikan buat keluarga Isolet.. tiba - tiba keluarga Wild di serang oleh sekelompok Demon yang kejam.. hingga saat kelompok keluarga Isolet ingin menyelamatkannya tidak sempat.. karena saat sampai di tempat Keluarga Wild.. mereka tidak tersisa.. akan tetapi beberapa tahun kemudian.. Keluarga Wild pernah mengirimkan surat kepada Keluarga Isolet.. mereka ternyata masih hidup.. tetapi mereka berada di dunia lain.. Dunia para Demon berada..
End Flash Back..
"Apakah ini anakmu Wild?? Hmm.. tidak kusangka dia mirip dengan anakku.. akan kurawat dia sampai besar dan akan kudidik dia.. akan ku besarkan anak ini menjadi anak yang mandiri dan dewasa.. dan akan kujadikan dia menjadi pembunuh bayaran dengan title Isolet.. tidak.. dengan tekadku.. maka aku akan mengganti title keluargaku menjadi XxX Isolet.. ini buatmu Wild.. Terima kasih atas segalanya" kata Ayahnya Lass berbicara di dalam hati.
Kejutan apa yang akan terjadi??
Saksikan kelanjutannya..
To Be Continued,
Next Chapter,
Chapter 5 : Gathering!! Lass Meet Rufus.
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Sabtu, 24 Maret 2012
..::: Lass Story Part 3 :::..
Chapter 3 : The Nightmare Has Begun Finale (Part 2)
"Hahahahaha.. sepertinya ini akan menjadi seru.." Kata Zidler. "Diam kau badut konyol!!" Kata Lass. "Well, Well, Habiskan dia segera Oretina.." Suruh Zidler. "Dengan senang hati tuanku.." Kata Oretina. "Cih.. Wanita rendahan.. mau saja di perbudak oleh Badut konyol ini.." Kata Lass. "Apa katamu?!? Tarik kata - katamu sebelum kau menyesal nantinya!!" Kata Oretina. Dan mereka pun bertarung dengan sengitnya.. Lass yang hanya mempunyai kekuatan minim tidak bisa mengimbangi kekuatan Oretina yang jauh di atasnya. "Uugh.. aku tidak percaya aku kalah dengan wanita." Kata Lass. "Jadi.. sesuai perkatanmu tadi.. Selamat datang di tempat ini.." Kata Oretina. "Well , Well.. Lass yang malang.. Mari datang kepadaku.." Kata Zidler. Tidak tahu kenapa tiba - tiba sifat Lass berubah.. dia tidak pernah lagi membantah , selalu menurut apa yang di katakan oleh Zidler.. Oretina pun menjadi sahabat terbaiknya bagi Lass.. Mereka berdua seperti pasangan serasi yang berduet di depan panggung untuk menghibur penonton semua.. Dan Pada saat Karavan yang di tumpangi milik Lass datang ke tempat Ellia.. tiba - tiba ada seorang wanita cantik berambut ungu dan matanya berwarna merah darah memakai mahkota ratu itu menghampiri Lass.. Kemarilah.. maukah kau ikut denganku Lass Isolet anak keturunan pembunuh sadis yang terakhir hidup?? khu.. khu.. khu..
Tiba - tiba
"Lady Kaze'aze.. apakah kamu tertarik kepada anak ini??" Kata Zidler. Nama wanita cantik itu adalah Lady Kaze'aze. "Sepertinya begitu.. aku akan membawanya ke istanaku.. mari kita bicarakan secara berdua.." Kata Lady Kaze'aze. "Sampai nanti bocah tampan.. *smile*" Kata Lady Kaze'aze kepada Lass dan langsung berlalu bersama Zidler.
Di tempat Zidler.
"Jadi.. berapa banyak yang akan kamu keluarkan untuk bocah itu??" Kata Zidler. "Huh.. aku tidak akan membayarmu sepeserpun Zidler.. ingat itu.. kau masih berhutang satu wadah kepadaku.. khu khu khu.." Kata Lady Kaze'aze. "Aah.. Soal itu.. aku akan memberikan Oretina kepadamu bagaimana?? dia cantik.. dia bisa di jadikan wadahmu.. bagaimana?" Kata Zidler menawar. "Aku tidak mau wadah orang sampah itu Ingat itu!! aku mau bocah itu menjadi wadahku dan pangeranku.. khu khu khu.." Kata Lady Kaze'aze. "Tapii.. Jiwa dia sangat saya butuhkan juga untuk mencapai kehidupan kekekalan.." Kata Zidler. "Jika kau tidak memberikan anak itu kepadaku.. aku akan mengirimmu ke tempat para Demon berada.. apa kamu mau??" ancam Lady Kaze'aze. "Ba.. Baiklah.. aku akan memberikan bocah itu kepadamu.." Kata Zidler.
Di tempat Lass (Kandang binatang)
"Lass.. ikutlah denganku.. mau kah kau??" bujuk Lady Kaze'aze. "Tapi.. apakah Master Zidler tidak akan marah kepadaku? aku takut oleh kemarahan dia.. dia selalu membuat aku menderita.." Kata Lass. "Tenanglah Lass ku.. kau tidak akan menderita lagi.. karena kamu akan tinggal di istanaku.. khu khu khu.." Kata Lady Kaze'aze. "Baiklah.. sebelum pergi aku akan berpamitan dulu kepada seseorang.." Kata Lass. "Jangan Lass. Jangan.. jika kamu berpamitan.. maka dia akan merasa sakit hati lagi.. jadi biarlah dia disini.." bujuk Lady Kaze'aze. "Tapii.." Kata Lass. "Menurutlah apa kataku!!" bentak Lady Kaze'aze. Dan tiba - tiba mata Lass berubah menjadi putih kosong.. "Nah.. sekarang kau milikku.. sekarang.. Hancurkanlah tempat ini bersama kenangan masa - masa suram mu disini.." bisik Lady Kaze'aze. Dan akhirnya Sirkus tempat dimana dia di besarkan , bersenda gurau , bertemu banyak penonton , suka dan duka.. telah lenyap oleh api kebencian..
"Bagus.. sekarang.. ikutlah denganku.." Kata Lady Kaze'aze. Dan akhirnya Lass di bawa pergi oleh Lady Kaze'aze ke istana nya..
Di reruntuhan sirkus.
"Lady Kaze'aze sial.. suatu hari aku akan membalas perbuatanmu ini.. lihatlah kau Kaze'aze. Suatu saat anak itu akan kembali ke tanganku.. hahahahahaha." kata Zidler. Dan Akhirnya , Oretina , Zidler meninggal akibat kebakaran yang terjadi..
"Nah Lass.. sekarang kau adalah pangeranku.. maukah kau melakukan sesuatu pangeranku?" Kata Lady Kaze'aze. "Apa saja yang kau inginkan Ratuku.." Kata Lass. Lass yang saat ini sedang di bawah pengaruh jahat kekuatan Lady Kaze'aze tidak mengetahui bahwa dirinya akan di jadikan wadah tempat untuk dia bertahan hidup. "Bebaskanlah makhluk - makhluk yang ada di dimensi ini pergi ke tempat asalnya.. dan kirimlah penjaga - penjaga di setiap benua.." perintah Lady Kaze'aze. "Groooaaaaa...." Lass yang tanpa sadar di kendalikan oleh Lady Kaze'aze membebaskan makhluk - makhluk yang kejam dari dimensi lain.. dan setelah itu pertempuran terbesar tercipta.. makhluk - makhluk yang ada di benua Bermesiah pun menyerang kerajaan Kanavan..
Di Kastil Kaze'aze..
"Hahahahaha.. tubuh ini.. tubuh seorang Half Demon Blood.. sangat kuat sekali tubuh ini.." Kata Lady Kaze'aze. "Aku tidak salah memilih untuk menggunakan tubuh ini sebagai wadah untuk memulihkan wujud asli ku.. Huahahahahahahahaha.." Kata Lady Kaze'aze.
To Be Continued,
Next Chapter,
Chapter 4 : Secret of His Title Revealed.
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Jumat, 17 Februari 2012
..::: Lass Story Part 2 :::..
Chapter 2 : The Nightmare Has Begun Part 1
"Hmm.. apa aku terima tawaran wanita tersebut??" Kata Lass memikirkannya.. "Tapi dia yakin sekali mempunyai banyak info tentang kakakku dan orang tuaku.." Kata Lass lanjutnya..
Setelah lama berpikir Lass pun memutuskan untuk pergi ke tempat Oretina memberi tiket kepada Lass.. ke pertunjukkan sirkus..
Di Pertunjukkan Sirkus..
Zidler : "Baiklah semuanya.. kalian harus membuat anak berambut putih itu takjub akan sirkus kita.. buat dia untuk mau bergabung dengan kita.."
Oretina : "Jadi.. dia datang ya??"
Zidler : "Oretina.. Kerjamu bagus sekali.. kamu pandai sekali menggiring anak berandalan itu ke tempat kita.. khu khu khu.."
Oretina : "Pekerjaan itu tidaklah sulit.. hanya untuk meyakinkan dirinya saja.. hahahaha.."
Zidler : "Baiklah.. sekarang keluarlah dan tunjukkan semua kemampuan kalian.. Hari ini Anak itu akan jadi milik kita..!!"
Di bangku penonton Lass hanya melihat pertunjukkan itu dengan biasa saja.. "Huh.. tidak ada yang menarik.. aku pulang.." Kata Lass yang langsung berlalu dari bangku penonton.. Melihat Lass akan pergi Oretina langsung berkata "Aku butuh satu penonton untuk maju kepanggung sebagai sukarelawan.. ada yang mau??" "Oh iya.. kau disana.. kau yang sedang ke pintu keluar.. kemari lah.." Kata Oretina menunjuk ke Lass.. "Apa?!? Aku?? Aku tidak mau menjadi sukarelawan.." Kata Lass.. "Ayolah naik ke atas.." Kata Oretina. "Cih.. baiklah aku akan naik ke panggung.." Kata Lass. "Terima kasih telah datang kesini Lass.." Bisik Oretina kepada Lass.. "Hmm.. cepat katakan apa yang kamu ketahui tentang kakakku??" Bisik Lass.. "Tenang Lass.. setelah pertunjukkan ini selesai aku akan menceritakkan tentang apa yang ingin kamu ketahui.." Kata Oretina.
Seusai pertunjukkan..
"Baiklah.. katakan sekarang.. dimana kakakku sekarang??" Kata Lass.. "Khu.. khu.. khu.. Well.. Well.. Lass.. terima kasih telah datang ke tempat sirkus kami.. hahaha.." Kata seseorang yang masih terbayang - bayang.. "Siapa kau?? Dan apa maumu?!" Kata Lass. "Hahahaha... yang aku mau hanya dirimu Lass.. aku ingin kau bergabung dengan sirkus kami.. hahaha.." "Bagaimana?? Jika kau ikut dengan kita.. maka akan ku ceritakan semuanya tentang kakakmu.." "Oh iya.. belum kuperkenalkan diriku.. Namaku adalah Zidler sang puppet master.. Gyahahahahahaha..." Kata Zidler. "Tawaran yang bodoh!! Aku tidak akan mau ikut karavan sirkus seperti ini!!" Kata Lass.. Saat Lass ingin keluar tiba - tiba ada Oretina menjaga di depan pintu gerbang.. "Kau tidak boleh keluar Lass.. Kau harus ikut dengan kita.." Kata Oretina. "Huh.. apa yang membuatku untuk mengikuti karavan bodoh ini??" Kata Lass.. "Baiklah jika kamu tidak mau.. Lawanlah aku.. jika kamu kalah kamu ikut dengan kita.. jika aku kalah kamu boleh pergi.. Bagaimana?? Tawaran yang menarik bukan??" Kata Oretina. "Baiklah akan kuterima tawaranmu itu Oretina.. aku tidak akan segan - segan menyerangmu.." Kata Lass. "Jangan menahan dirimu sendiri.. hahahahaha.." Kata Oretina. "Aku akan menikmati pertarungan ini.." Kata Lass.
Akankah Lass akan bergabung dengan Nightmare Circus??
To Be Continued
Next Chapter,
Chapter 3 : The Nightmare Has Begun Final (Part 2)
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
"Hmm.. apa aku terima tawaran wanita tersebut??" Kata Lass memikirkannya.. "Tapi dia yakin sekali mempunyai banyak info tentang kakakku dan orang tuaku.." Kata Lass lanjutnya..
Setelah lama berpikir Lass pun memutuskan untuk pergi ke tempat Oretina memberi tiket kepada Lass.. ke pertunjukkan sirkus..
Di Pertunjukkan Sirkus..
Zidler : "Baiklah semuanya.. kalian harus membuat anak berambut putih itu takjub akan sirkus kita.. buat dia untuk mau bergabung dengan kita.."
Oretina : "Jadi.. dia datang ya??"
Zidler : "Oretina.. Kerjamu bagus sekali.. kamu pandai sekali menggiring anak berandalan itu ke tempat kita.. khu khu khu.."
Oretina : "Pekerjaan itu tidaklah sulit.. hanya untuk meyakinkan dirinya saja.. hahahaha.."
Zidler : "Baiklah.. sekarang keluarlah dan tunjukkan semua kemampuan kalian.. Hari ini Anak itu akan jadi milik kita..!!"
Di bangku penonton Lass hanya melihat pertunjukkan itu dengan biasa saja.. "Huh.. tidak ada yang menarik.. aku pulang.." Kata Lass yang langsung berlalu dari bangku penonton.. Melihat Lass akan pergi Oretina langsung berkata "Aku butuh satu penonton untuk maju kepanggung sebagai sukarelawan.. ada yang mau??" "Oh iya.. kau disana.. kau yang sedang ke pintu keluar.. kemari lah.." Kata Oretina menunjuk ke Lass.. "Apa?!? Aku?? Aku tidak mau menjadi sukarelawan.." Kata Lass.. "Ayolah naik ke atas.." Kata Oretina. "Cih.. baiklah aku akan naik ke panggung.." Kata Lass. "Terima kasih telah datang kesini Lass.." Bisik Oretina kepada Lass.. "Hmm.. cepat katakan apa yang kamu ketahui tentang kakakku??" Bisik Lass.. "Tenang Lass.. setelah pertunjukkan ini selesai aku akan menceritakkan tentang apa yang ingin kamu ketahui.." Kata Oretina.
Seusai pertunjukkan..
"Baiklah.. katakan sekarang.. dimana kakakku sekarang??" Kata Lass.. "Khu.. khu.. khu.. Well.. Well.. Lass.. terima kasih telah datang ke tempat sirkus kami.. hahaha.." Kata seseorang yang masih terbayang - bayang.. "Siapa kau?? Dan apa maumu?!" Kata Lass. "Hahahaha... yang aku mau hanya dirimu Lass.. aku ingin kau bergabung dengan sirkus kami.. hahaha.." "Bagaimana?? Jika kau ikut dengan kita.. maka akan ku ceritakan semuanya tentang kakakmu.." "Oh iya.. belum kuperkenalkan diriku.. Namaku adalah Zidler sang puppet master.. Gyahahahahahaha..." Kata Zidler. "Tawaran yang bodoh!! Aku tidak akan mau ikut karavan sirkus seperti ini!!" Kata Lass.. Saat Lass ingin keluar tiba - tiba ada Oretina menjaga di depan pintu gerbang.. "Kau tidak boleh keluar Lass.. Kau harus ikut dengan kita.." Kata Oretina. "Huh.. apa yang membuatku untuk mengikuti karavan bodoh ini??" Kata Lass.. "Baiklah jika kamu tidak mau.. Lawanlah aku.. jika kamu kalah kamu ikut dengan kita.. jika aku kalah kamu boleh pergi.. Bagaimana?? Tawaran yang menarik bukan??" Kata Oretina. "Baiklah akan kuterima tawaranmu itu Oretina.. aku tidak akan segan - segan menyerangmu.." Kata Lass. "Jangan menahan dirimu sendiri.. hahahahaha.." Kata Oretina. "Aku akan menikmati pertarungan ini.." Kata Lass.
Akankah Lass akan bergabung dengan Nightmare Circus??
To Be Continued
Next Chapter,
Chapter 3 : The Nightmare Has Begun Final (Part 2)
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
..::: Ronan's Story Part 11 :::..
Chapter 11 : My Way.
Plok.. Plok.. Plok.. Terdengar suara tepukan tangan dari kejauhan.. "Siapa disana??" Kata Ronan. "Apakah kau sudah mengerti apa yang aku beritahu kepadamu selama ini??" "Jawabanku adalah Jalan yang akan kau pilih nanti saat kau akan menentukan nasibmu sendiri.. aku akan selalu menemanimu Ronan.. Ingatlah para pejuang lama Aegis Knight.. dia telah banyak berkorban untuk melindungi kerajaan kita.. tetapi kerajaan kita pun tidak mampu menahan serangan ini.." Kata Gurunya.. "Tapi.. dimanakah sebenarnya Guru berada?? aku ingin sekali bertemu dengan Guru.." Kata Ronan. "Kau pasti akan menemukanku.. berjanjilah untuk menjadi yang terbaik.. menjadi berguna bagi semua orang.." Kata Guru. dan tiba - tiba Gurunya menghilang lagi dalam mimpinya.. "Ronan.. Ronan.." Kata seorang wanita memanggil di mimpinya.. "Bangun Ronan.. apa kau baik - baik saja?? Katakan padaku.." kata seorang wanita itu cemas.. Tiba - tiba Ronan membuka matanya dan sedang berada di pangkuan Elesis.. Dia melihat kebelakang Elesis bahwa mereka sedang sibuk melawan seorang Monster yang besar.. "El.. Elesis.." Kata Ronan dengan nada suara rendahnya. "Syukurlah kau tidak apa - apa Ronan.. aku sangat mencemaskanmu waktu aku menemukanmu tergeletak tidak berdaya dan mengeluarkan banyak darah di perutmu itu.. *Hiks.. Hiks..* " Kata Elesis sambil menangis. "Aku tidak apa - apa elesis.. sekarang bantulah mereka.. mereka sangat membutuhkan pertolonganmu saat ini.." Kata Ronan. "Hey, Elesis , Ronan.. apakah aku menganggu?? Bisakah kalian menahan dia untuk beberapa menit?? aku harus mengumpulkan Chi yang saya miliki.." Kata Jin. Setelah beberapa menit akhirnya Jin mengumpulkan seluruh energinya akan tetapi.. "Ukh, Energiku belum cukup untuk melawan dia.." Kata Jin. "Ambil lah energiku ini Jin.." Kata Arme. "Ambil energiku juga Jin.." Kata Lire juga.. dan akhirnya semua sepakat untuk memberikan seluruh tenaga yang mereka miliki kepada Jin. "Terima kasih kawan - kawan.. aku sangat berterima kasih.." Kata Jin. "Victor!! Terimalah ini!! Chi!! 10.000 Fists Of Hell!!" Kata Jin. Akhirnya Victor pun meninggal. "Kekuatan yang sangat dahsyat sekali.. aku harus lebih kuat dari dia.." Kata Ronan di dalam hati ketika melihat serangan Jin tersebut. "Kau hebat Jin. tidak aku sangka kau berhasil mengalahkan dia dengan sekali pukulan.. hahahaha.." Kata Arme. "Lihat disana ada seseorang.." Kata Lire. "Cih. kita harus pergi Alfred , Sebastian.. Disini tidak ada yang kita cari.. apa kau benar kalau Black Portal ada di sekitar sini Alfred?" Kata Dio. "Aku yakin sekali Tuanku.. tetapi sepertinya sudah ada yang menghancurkan Black Portalny terlebih dahulu sebelum kita Tuanku.." Kata Alfred. "Tu.. Tuanku.. sebaiknya kita pergi.. karena ada sekelompok manusia menghampiri kita kesini.." Kata Sebastian. "Jadi.. dimana Black Portal selanjutnya Alfred??" Kata Dio. "Di reruntuhan yang pasti anda akan kenal tempatnya Tuanku.." Kata Alfred. "Baik kita menuju kesana.." Kata Dio. "Aaaah.. dia kabur.. siapakah dia?? apakah dia orang yang di cari - cari oleh demon yang waktu itu kita temui di perjalanan kita??" Kata Lire. "Mungkin saja." Kata Arme. "Guru.. Mulai sekarang aku akan menentukan arah takdirku sendiri.. aku akan berjuang bersama para Grand Chase.. Terima kasih atas semua bantuanmu selama ini Guru.. aku tidak akan melupakanmu.. Selamat Tinggal.." Kata Ronan di dalam hati. Akhirnya mereka kembali ke pantai mereka berlabuh.. "Nah Jin.. Apakah kamu ingin ikut dengan kami untuk berpetualang bersama??" Tawar Elesis kepada Jin. "Tentu.. Mengapa tidak?? Aku akan mengejar Black Fairy yang sempat lari dari seranganku.." Kata Jin. "Baiklah kita berangkat.." Kata Arme. Dan akhirnya mereka ber 6 mengarungi lautan.. "Lihat itu Kastil Gaikoz.. sangat tidak beraturan yah.. hahaha.." Kata Elesis. "Sudah - sudah.. ayo kita fokus ke depan.." Kata Lire. Akan tetapi Arme merasakan ada sesuatu yang menarik kapal ini melaju lebih cepat.. "Uuuhm.. apa perasaanku atau kapal ini bergerak lebih cepat dari dugaanku yaah??" Kata Arme heran dengan kapal ini. "Oh tidak.. Maelstorm di depan!! Arme kemudikan kapal ini supaya kita berhasil keluar dari pusaran air di depan kita!!" Kata Lire Panik. Apakah yang akan terjadi setelahnya?? Penasaran kan?? Tunggu kisah selanjutnya yaah.. ^^v
To Be Continued..
Next Chapter
Chapter 12 : New Continent , New Journey , New Memories
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Plok.. Plok.. Plok.. Terdengar suara tepukan tangan dari kejauhan.. "Siapa disana??" Kata Ronan. "Apakah kau sudah mengerti apa yang aku beritahu kepadamu selama ini??" "Jawabanku adalah Jalan yang akan kau pilih nanti saat kau akan menentukan nasibmu sendiri.. aku akan selalu menemanimu Ronan.. Ingatlah para pejuang lama Aegis Knight.. dia telah banyak berkorban untuk melindungi kerajaan kita.. tetapi kerajaan kita pun tidak mampu menahan serangan ini.." Kata Gurunya.. "Tapi.. dimanakah sebenarnya Guru berada?? aku ingin sekali bertemu dengan Guru.." Kata Ronan. "Kau pasti akan menemukanku.. berjanjilah untuk menjadi yang terbaik.. menjadi berguna bagi semua orang.." Kata Guru. dan tiba - tiba Gurunya menghilang lagi dalam mimpinya.. "Ronan.. Ronan.." Kata seorang wanita memanggil di mimpinya.. "Bangun Ronan.. apa kau baik - baik saja?? Katakan padaku.." kata seorang wanita itu cemas.. Tiba - tiba Ronan membuka matanya dan sedang berada di pangkuan Elesis.. Dia melihat kebelakang Elesis bahwa mereka sedang sibuk melawan seorang Monster yang besar.. "El.. Elesis.." Kata Ronan dengan nada suara rendahnya. "Syukurlah kau tidak apa - apa Ronan.. aku sangat mencemaskanmu waktu aku menemukanmu tergeletak tidak berdaya dan mengeluarkan banyak darah di perutmu itu.. *Hiks.. Hiks..* " Kata Elesis sambil menangis. "Aku tidak apa - apa elesis.. sekarang bantulah mereka.. mereka sangat membutuhkan pertolonganmu saat ini.." Kata Ronan. "Hey, Elesis , Ronan.. apakah aku menganggu?? Bisakah kalian menahan dia untuk beberapa menit?? aku harus mengumpulkan Chi yang saya miliki.." Kata Jin. Setelah beberapa menit akhirnya Jin mengumpulkan seluruh energinya akan tetapi.. "Ukh, Energiku belum cukup untuk melawan dia.." Kata Jin. "Ambil lah energiku ini Jin.." Kata Arme. "Ambil energiku juga Jin.." Kata Lire juga.. dan akhirnya semua sepakat untuk memberikan seluruh tenaga yang mereka miliki kepada Jin. "Terima kasih kawan - kawan.. aku sangat berterima kasih.." Kata Jin. "Victor!! Terimalah ini!! Chi!! 10.000 Fists Of Hell!!" Kata Jin. Akhirnya Victor pun meninggal. "Kekuatan yang sangat dahsyat sekali.. aku harus lebih kuat dari dia.." Kata Ronan di dalam hati ketika melihat serangan Jin tersebut. "Kau hebat Jin. tidak aku sangka kau berhasil mengalahkan dia dengan sekali pukulan.. hahahaha.." Kata Arme. "Lihat disana ada seseorang.." Kata Lire. "Cih. kita harus pergi Alfred , Sebastian.. Disini tidak ada yang kita cari.. apa kau benar kalau Black Portal ada di sekitar sini Alfred?" Kata Dio. "Aku yakin sekali Tuanku.. tetapi sepertinya sudah ada yang menghancurkan Black Portalny terlebih dahulu sebelum kita Tuanku.." Kata Alfred. "Tu.. Tuanku.. sebaiknya kita pergi.. karena ada sekelompok manusia menghampiri kita kesini.." Kata Sebastian. "Jadi.. dimana Black Portal selanjutnya Alfred??" Kata Dio. "Di reruntuhan yang pasti anda akan kenal tempatnya Tuanku.." Kata Alfred. "Baik kita menuju kesana.." Kata Dio. "Aaaah.. dia kabur.. siapakah dia?? apakah dia orang yang di cari - cari oleh demon yang waktu itu kita temui di perjalanan kita??" Kata Lire. "Mungkin saja." Kata Arme. "Guru.. Mulai sekarang aku akan menentukan arah takdirku sendiri.. aku akan berjuang bersama para Grand Chase.. Terima kasih atas semua bantuanmu selama ini Guru.. aku tidak akan melupakanmu.. Selamat Tinggal.." Kata Ronan di dalam hati. Akhirnya mereka kembali ke pantai mereka berlabuh.. "Nah Jin.. Apakah kamu ingin ikut dengan kami untuk berpetualang bersama??" Tawar Elesis kepada Jin. "Tentu.. Mengapa tidak?? Aku akan mengejar Black Fairy yang sempat lari dari seranganku.." Kata Jin. "Baiklah kita berangkat.." Kata Arme. Dan akhirnya mereka ber 6 mengarungi lautan.. "Lihat itu Kastil Gaikoz.. sangat tidak beraturan yah.. hahaha.." Kata Elesis. "Sudah - sudah.. ayo kita fokus ke depan.." Kata Lire. Akan tetapi Arme merasakan ada sesuatu yang menarik kapal ini melaju lebih cepat.. "Uuuhm.. apa perasaanku atau kapal ini bergerak lebih cepat dari dugaanku yaah??" Kata Arme heran dengan kapal ini. "Oh tidak.. Maelstorm di depan!! Arme kemudikan kapal ini supaya kita berhasil keluar dari pusaran air di depan kita!!" Kata Lire Panik. Apakah yang akan terjadi setelahnya?? Penasaran kan?? Tunggu kisah selanjutnya yaah.. ^^v
To Be Continued..
Next Chapter
Chapter 12 : New Continent , New Journey , New Memories
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Sabtu, 21 Januari 2012
..::: Lass Story Part 1 :::..
Chapter 1 : Lass X Rufus
Di sebuah tempat di kerajaan Serdin.. terdapat sebuah keluarga yang sangat bahagia.. mereka hidup rukun ber tiga.. ya.. mereka adalah keluarga Isolet atau biasa di panggil oleh Isolde.. Keluarga mereka sangat misterius.. sehingga orang - orang yang di sekitar mereka memanggil mereka xXx atau bisa d sebut The Bounty Hunter.. Keluarga Isolet terkenal sangat dingin dan Ayah dan Ibunya adalah seorang pemburu bayaran yang sangat terkenal sadis.. Sampai suatu saat dia melahirkan dua buah anak.. anak tertua bernama Rufus Isolde dan anak paling kecil adalah Lass Isolde.
5 Tahun kemudian..
Terdapat sebuah kekacauan di negeri Serdin.. Serdin telah di serang oleh beberapa monster.. Lass dan Rufus yang masih kecil itu sangat ketakutan akan makhluk itu.. "Rufus.. Bawa adikmu pergi dari sini.. disini terlalu bahaya untuk kalian.." Kata Ibunya. "Tetapi Bu.. aku tidak mau meninggalkan ibu dan ayah.. *Hiks Hiks*" Kata Rufus. "Ibu tidak akan meninggalkan kalian Ibu pasti akan kembali.." Kata Ibunya. "Nah sekarang kalian pergi yaah.. Jaga Adikmu baik - baik ya.." Kata Ibunya lagi. "Lass, ikut denganku.. kita akan pergi ke suatu tempat.." Kata Rufus. "Asik kita akan pergi kak??" Kata Lass. "Rufus , Lass.. Sebelum kalian pergi Ibu dan Ayah punya 1 warisan buat kalian.." kata Ibunya. "A.apa itu ayah?? ibu??" Kata Rufus bingung. "Ini Rufus.. Eyeteeth milik ayah akan ayah berikan untukmu.. Jagalah Adikmu baik - Baik yah.. Percayalah kepada Eyeteeth ini maka dia akan membantumu.." Kata Ayahnya sambil memberikan 1 pasang senjata Handgun dan Bustergun berwarna merah darah kepada Rufus.. "Terima Kasih Ayah.." Kata Rufus. "Dan buatmu Lass.. Ibu hanya punya ini.. Jagalah ini baik - baik.. Belati ini jika kamu memakainya dengan baik maka akan sangat mematikkan.. jika kamu memakainy untuk yang jahat makan akan sangat menyakitkan untukmu.." Kata Ibunya yang memberikan 1 pasang Belati kepada Lass. "Terima Kasih Ibu.." Kata Lass dengan polos. "Nah, Ayo Lass kita pergi jalan - jalan.." kata Rufus. "Ayo kak.." kata Lass menjawabnya.. "Ibu , Ayah kita akan kembali sore nanti yaah.." kata Lass. "Jaga dirimu baik - baik nak.." Kata Ibunya.
Lass yang masih berumur 3 tahun itu tidak mengetahui bahwa Ayah dan Ibunya akan berkorban untuk menyelamatkan mereka.. Rufus yang mengetahui akan hal itu tidak mau memberitahukan kepada adiknya itu.. karena terlalu dini dia mendapatkan pukulan seberat ini.. Hingga..
Sore Hari.
"Ayah , Ibu.. Kami pulang.." Teriak Lass yang belum sampai di rumahnya.. melihat tidak ada respon Lass sangat khawatir dengan kedua orang tuanya.. "Kakak, Ayah sama Ibu kemana?? Kok Sepi?" Kata Lass.. "Lass.. Kita harus tegar ya.. ini adalah pukulan yang berat untuk kita.. (Sambil menitikkan air matanya)." Kata Rufus "Maksud kakak apa?? Ayah dan Ibu kemana kak??" Melihat Rufus meneteskan air matanya dari kedua bola matanya berwarna biru laut itu Lass juga menangis.. "Mengapa kakak menangis?? *Hiks Hiks*" Lanjutnya. "Ayah dan Ibu.. Sudah Meninggal.." Kata Rufus. Mendengar kabar itu dari Rufus, Lass tidak percaya dan kaget langsung menangis. "Nggak Mungkin kak.. Nggak Mungkin Ayah dan Ibu meninggal.. Aku harus pulang ke rumah.. pasti mereka ada di rumah!!" Kata Lass yang langsung berlari menuju Rumahnya.. "Lass tunggu.. jangan kesana sendirian.. sangat berbahaya jika kamu sendirian.. tunggu aku Lass!!" Kata Rufus yang langsung menyusul Lass yang sedang berlari itu..
Sesampainya di rumah mereka.. Mereka melihat banyak Orcs yang berada di sekitar rumahnya.. "Tidak.. Tidak mungkin.." Kata Lass yang langsung tertunduk di tempat halaman Rumahnya.. Melihat hal itu para Orcs langsung mengepung Lass yang sedang tertunduk.. "Lass!! Menunduk lah!!!" Kata Rufus yang langsung matanya berubah menjadi warna Merah menyala.. "Tidak akan ku ampuni jika kamu menyentuh adikku atau mendekatinya lagi!!"Kata Rufus yang langsung marah.. "Make it Rain!!" Rufus yang langsung menembakkan peluru nya kelangit hilang.. dan tiba - tiba langit berubah menjadi gelap dan turunlah hujan peluru yang tadi di tembakkan oleh Rufus itu.. Rufus yang langsung melindungi Lass dengan tubuhnya itu menahan rasa sakit akibat hantaman hujan peluru tersebut.. "Jangan takut.. kakak ada disini.." Kata Rufus yang tersenyum.. "Ka.Kakak.. Awas kak!! di belakangmu!!" Kata Lass. "Uugh.. aku tidak bisa bergerak Lagi.." Kata Rufus.. "Lass.. Lari.. Larilah dari sini.. maafkan kakak karena tidak bisa melindungimu.." Kata Rufus yang langsung mendorong Lass jauh - jauh.. "Kakak.." Kata Lass.. "Lari bodoh!! Lari!! Carilah tempat berlindung!! Jangan memikirkan aku!!" Kata Rufus..
"Maafkan aku Lass.. aku tidak bisa bersamamu.." Kata Rufus.
Setelah berakhir peperangan itu Lass hidup seorang diri.. sebagian dari teman - temannya menjauhi dia karena dia dianggap telah membunuh seluruh orang tuanya.. Setelah kematian Ayah dan Ibunya dan Kematian Rufus.. Lass menjadi pendiam..
Lalu Tiba - tiba datang seorang wanita.. namanya adalah Oretina.. "Hei Lass.. aku mendengar bahwa kau adalah satu - satunya orang yang selamat dari kekacauan waktu itu.." Kata Oretina.. "Hmmph.. aku tidak mau membahasnya.. Siapa kau dan perlu apa denganku?? Cepat selesaikan atau kubunuh kau.." Kata Lass menatap dingin kemata Oretina.. "anu.. Maafkan aku.. Namaku adalah Oretina.. Aku datang kesini karena melihatmu sering berpindah - pindah tempat untuk mendapatkan tempat tinggal.." Kata Oretina. "Datangalah ke tempat ini.. maka aku akan memberikan semua jawaban yang sedang kau pikirkan.. aku tahu banyak tentang kamu dan keluargamu.. Jadi , datanglah.." Kata Oretina yang memberikan sebuah tiket pertunjukkan kepada Lass. "Hmph.. aku tidak tertarik.. akan ku pertimbangkan.. Jika, kau tidak punya keperluan lagi segeralah pergi dari sini atau aku akan menghantuimu seumur hidupmu.." Kata Lass. "Baiklah.. aku tunggu keputusanmu.. aku harap kamu bisa datang ke tempatku.." Kata Oretina yang langsung berlalu..
To Be Continued..
Next Chapter,
Chapter 2 : The Nightmare Has Begun
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Di sebuah tempat di kerajaan Serdin.. terdapat sebuah keluarga yang sangat bahagia.. mereka hidup rukun ber tiga.. ya.. mereka adalah keluarga Isolet atau biasa di panggil oleh Isolde.. Keluarga mereka sangat misterius.. sehingga orang - orang yang di sekitar mereka memanggil mereka xXx atau bisa d sebut The Bounty Hunter.. Keluarga Isolet terkenal sangat dingin dan Ayah dan Ibunya adalah seorang pemburu bayaran yang sangat terkenal sadis.. Sampai suatu saat dia melahirkan dua buah anak.. anak tertua bernama Rufus Isolde dan anak paling kecil adalah Lass Isolde.
5 Tahun kemudian..
Terdapat sebuah kekacauan di negeri Serdin.. Serdin telah di serang oleh beberapa monster.. Lass dan Rufus yang masih kecil itu sangat ketakutan akan makhluk itu.. "Rufus.. Bawa adikmu pergi dari sini.. disini terlalu bahaya untuk kalian.." Kata Ibunya. "Tetapi Bu.. aku tidak mau meninggalkan ibu dan ayah.. *Hiks Hiks*" Kata Rufus. "Ibu tidak akan meninggalkan kalian Ibu pasti akan kembali.." Kata Ibunya. "Nah sekarang kalian pergi yaah.. Jaga Adikmu baik - baik ya.." Kata Ibunya lagi. "Lass, ikut denganku.. kita akan pergi ke suatu tempat.." Kata Rufus. "Asik kita akan pergi kak??" Kata Lass. "Rufus , Lass.. Sebelum kalian pergi Ibu dan Ayah punya 1 warisan buat kalian.." kata Ibunya. "A.apa itu ayah?? ibu??" Kata Rufus bingung. "Ini Rufus.. Eyeteeth milik ayah akan ayah berikan untukmu.. Jagalah Adikmu baik - Baik yah.. Percayalah kepada Eyeteeth ini maka dia akan membantumu.." Kata Ayahnya sambil memberikan 1 pasang senjata Handgun dan Bustergun berwarna merah darah kepada Rufus.. "Terima Kasih Ayah.." Kata Rufus. "Dan buatmu Lass.. Ibu hanya punya ini.. Jagalah ini baik - baik.. Belati ini jika kamu memakainya dengan baik maka akan sangat mematikkan.. jika kamu memakainy untuk yang jahat makan akan sangat menyakitkan untukmu.." Kata Ibunya yang memberikan 1 pasang Belati kepada Lass. "Terima Kasih Ibu.." Kata Lass dengan polos. "Nah, Ayo Lass kita pergi jalan - jalan.." kata Rufus. "Ayo kak.." kata Lass menjawabnya.. "Ibu , Ayah kita akan kembali sore nanti yaah.." kata Lass. "Jaga dirimu baik - baik nak.." Kata Ibunya.
Lass yang masih berumur 3 tahun itu tidak mengetahui bahwa Ayah dan Ibunya akan berkorban untuk menyelamatkan mereka.. Rufus yang mengetahui akan hal itu tidak mau memberitahukan kepada adiknya itu.. karena terlalu dini dia mendapatkan pukulan seberat ini.. Hingga..
Sore Hari.
"Ayah , Ibu.. Kami pulang.." Teriak Lass yang belum sampai di rumahnya.. melihat tidak ada respon Lass sangat khawatir dengan kedua orang tuanya.. "Kakak, Ayah sama Ibu kemana?? Kok Sepi?" Kata Lass.. "Lass.. Kita harus tegar ya.. ini adalah pukulan yang berat untuk kita.. (Sambil menitikkan air matanya)." Kata Rufus "Maksud kakak apa?? Ayah dan Ibu kemana kak??" Melihat Rufus meneteskan air matanya dari kedua bola matanya berwarna biru laut itu Lass juga menangis.. "Mengapa kakak menangis?? *Hiks Hiks*" Lanjutnya. "Ayah dan Ibu.. Sudah Meninggal.." Kata Rufus. Mendengar kabar itu dari Rufus, Lass tidak percaya dan kaget langsung menangis. "Nggak Mungkin kak.. Nggak Mungkin Ayah dan Ibu meninggal.. Aku harus pulang ke rumah.. pasti mereka ada di rumah!!" Kata Lass yang langsung berlari menuju Rumahnya.. "Lass tunggu.. jangan kesana sendirian.. sangat berbahaya jika kamu sendirian.. tunggu aku Lass!!" Kata Rufus yang langsung menyusul Lass yang sedang berlari itu..
Sesampainya di rumah mereka.. Mereka melihat banyak Orcs yang berada di sekitar rumahnya.. "Tidak.. Tidak mungkin.." Kata Lass yang langsung tertunduk di tempat halaman Rumahnya.. Melihat hal itu para Orcs langsung mengepung Lass yang sedang tertunduk.. "Lass!! Menunduk lah!!!" Kata Rufus yang langsung matanya berubah menjadi warna Merah menyala.. "Tidak akan ku ampuni jika kamu menyentuh adikku atau mendekatinya lagi!!"Kata Rufus yang langsung marah.. "Make it Rain!!" Rufus yang langsung menembakkan peluru nya kelangit hilang.. dan tiba - tiba langit berubah menjadi gelap dan turunlah hujan peluru yang tadi di tembakkan oleh Rufus itu.. Rufus yang langsung melindungi Lass dengan tubuhnya itu menahan rasa sakit akibat hantaman hujan peluru tersebut.. "Jangan takut.. kakak ada disini.." Kata Rufus yang tersenyum.. "Ka.Kakak.. Awas kak!! di belakangmu!!" Kata Lass. "Uugh.. aku tidak bisa bergerak Lagi.." Kata Rufus.. "Lass.. Lari.. Larilah dari sini.. maafkan kakak karena tidak bisa melindungimu.." Kata Rufus yang langsung mendorong Lass jauh - jauh.. "Kakak.." Kata Lass.. "Lari bodoh!! Lari!! Carilah tempat berlindung!! Jangan memikirkan aku!!" Kata Rufus..
"Maafkan aku Lass.. aku tidak bisa bersamamu.." Kata Rufus.
Setelah berakhir peperangan itu Lass hidup seorang diri.. sebagian dari teman - temannya menjauhi dia karena dia dianggap telah membunuh seluruh orang tuanya.. Setelah kematian Ayah dan Ibunya dan Kematian Rufus.. Lass menjadi pendiam..
Lalu Tiba - tiba datang seorang wanita.. namanya adalah Oretina.. "Hei Lass.. aku mendengar bahwa kau adalah satu - satunya orang yang selamat dari kekacauan waktu itu.." Kata Oretina.. "Hmmph.. aku tidak mau membahasnya.. Siapa kau dan perlu apa denganku?? Cepat selesaikan atau kubunuh kau.." Kata Lass menatap dingin kemata Oretina.. "anu.. Maafkan aku.. Namaku adalah Oretina.. Aku datang kesini karena melihatmu sering berpindah - pindah tempat untuk mendapatkan tempat tinggal.." Kata Oretina. "Datangalah ke tempat ini.. maka aku akan memberikan semua jawaban yang sedang kau pikirkan.. aku tahu banyak tentang kamu dan keluargamu.. Jadi , datanglah.." Kata Oretina yang memberikan sebuah tiket pertunjukkan kepada Lass. "Hmph.. aku tidak tertarik.. akan ku pertimbangkan.. Jika, kau tidak punya keperluan lagi segeralah pergi dari sini atau aku akan menghantuimu seumur hidupmu.." Kata Lass. "Baiklah.. aku tunggu keputusanmu.. aku harap kamu bisa datang ke tempatku.." Kata Oretina yang langsung berlalu..
To Be Continued..
Next Chapter,
Chapter 2 : The Nightmare Has Begun
Author By : Alfian Aries Setiawan
Facebook name : Alfian 'Nites' Chung
E-mail : alfiansakura@yahoo.com
Rabu, 18 Januari 2012
..::: Ronan's Story Part 10:::..
Chapter 10 : A Great Defender has Reborn
Perjalanan Grand Chase pun semakin dekat dengan takdirnya.. Ronan pun yang semakin penasaran dengan perkataan dari Sang Guru semakin bersemangat.. Dan Akhirnya.. Ronan pun menghadapi takdirnya..
"Kita Sudah sampai.. Ini depan gerbang Kastil Victor.." Kata Jin. "Mengapa kastil ini mengapung?? mengapa tidak di permukaan??" Kata Arme. "Karena Victor tidak ingin di ganggu.. dia membangun kastil ini mengapung agar orang tidak mudah sampai ke kastil dia.. dan hanya beberapa orang yang bisa sampai ke tempat kastil ini.." Kata Jin. "Ternyata begitu ya.." Kata Arme. "Wah lihat.. sepertinya kita telah di tunggu oleh penjaga di kastil ini.." Kata Elesis. "Mereka sepertinya telah di pengaruhi oleh kekuatan jahat.. aku bisa merasakan jiwa mereka tersiksa.." Kata Lire. "Baiklah kita harus bergegas.. mungkin Victor membutuhkan kita.. kita tidak boleh terlambat menyelamatkannya.." Kata Jin.
Dan mereka pun pergi.. tetapi Ronan yang berlari di belakang mereka merasakan kekuatan yang dahsyat di belakangnya. "Kekuatan apa ini?? Tidak mungkin orang biasa mempunyai kekuatan sebesar ini.. Siapa dia??" Kata Ronan di dalam hatinya. "Alfred.. apa kau yakin ini tempat yang benar lokasi black portal berada??" Kata Seorang pria berambut Crimson bertanya kepada Demon Butler.. "Aku sangat yakin tuanku Dio.. Kekuatan ini pasti berasal dari Black Portal.." Kata Demon Butler itu.. "Sebastian kenapa kamu??" Kata Pria berambut Crimson yang di panggil Dio itu kepada seorang anak kecil berpakaian warna ungu. "A..Aku melihat segerombolan orang sedang berjalan menuju sumber kekuatan tersebut.." Kata anak kecil itu. "Kalau begitu kita harus mendahului mereka.. ayo kita pergi Alfred. Sebastian." Kata Dio. "Baik Tuanku." Kata Alfred dan Sebastian.
Sementara itu..
Grand Chase yang hampir mencapai kamar Victor untuk menyelamatkan Victor di hadang oleh penjaga yang sangat besar.. "Uukh.. besarnya.. apakah kita harus mengalahkan dia??" Kata Arme. "Diaa.. Dia adalah Guardian terhebat yang di dalam sejarah.. aku membaca legenda dia.. dia tidak mudah untuk di kalahkan begitu saja.." Kata Ronan. "Kalau begitu kita harus bagaimana Ronan??" Kata Elesis. Tiba - tiba Kristal Dragon Knight keluar dari tubuh Ronan dan bersinar. "Dragon.. Kenapa kau keluar dari tubuhku??" Kata Ronan bertanya.. "Itu adalah takdirmu Ronan.. dia adalah jawaban dari semua kekuatanmu.. Ini adalah tes kemampuanmu selama ini." Kata Sang Naga tersebut. Tiba - tiba Ronan mengingat apa yang di katakan oleh Gurunya itu.. bahwa Takdir dia akan menunggunya.. dan inilah jawaban atas semua pertanyaannya.. pertarungan antar Guardian.. "Aku mengerti sekarang.. Terima kasih Guru.. Terima kasih juga Naga.." Kata Ronan. "Kalian semua!! Lewatilah dia!! aku akan melawan Tempest Guardian (Nama Penjaga legenda itu) sendiri!! ini adalah urusanku.." Kata Ronan. "Apa kamu yakin Ronan?" Kata Elesis cemas lagi. "Ya.. Aku kali ini sangat yakin dengan keputusanku ini.. kali ini aku tidak akan menghindar dari takdirku sendiri.. tidak akan menghindar dari ketakutan yang aku buat sendiri.. aku akan berusaha sampai titik darah penghabisan!! UNTUK KERAJAAN KANAVAN!!" Kata Ronan. "Baiklah jika kamu bisa mengendalikannya.. tapi berjanjilah kalau kau akan kembali menyusul kita semua.." Kata Elesis membuat janji kepada Ronan. "Aku janji akan menyusul kalian.." Kata Ronan. "Tempest Guardian!! Aku adalah lawanmu!! Sekarang adalah saatnya kau untuk kembali kekuburanmu!! Bersiaplah!!" Kata Ronan. Dan para Grand Chase pun masuk ke kamar Victor.. sedangkan Ronan sedang bertarung dengan Tempest Guardian. "Naga.. aku mohon bantuanmu.." Kata Ronan. "Baiklah.. kali ini aku akan mempertaruhkan semuany untukmu Ronan.." Kata Sang Naga. "Baiklah.. Mengamuklah!! Dragon Knight!! *Haaaaaah*" Kata Ronan dan langsung berubah menjadi Dragon Knight. "Dari hati Sang Naga yang Murni.. aku memohonmu untuk membantuku.. berikanlah aku kekuatanmu.. Keluarlah!! Arc's Breath!!" Kata Ronan. dan dengan cepat Tempest Guardian menangkis serangan yang dahsyat itu.. Melihat serangannya di tangkis oleh Tempest Guardian Ronan merasa hatinya terpukul.. "Tidak mungkin.. Tidak mungkin seranganku bisa di tepis dengan mudah!!" Kata Ronan. "Naga.. terima kasih atas kekuatanmu.. aku akan berusaha melawanny dengan kekuatan Spell Knight ku.." Kata Ronan. "Baiklah.." Kata Sang Naga. Dan Ronan pun berubah lagi menjadi Spell Knight. "Berkatilah pedang sihirku wahai dewa Ifrit!! Fire sword!!" kata Ronan. "Tidak mungkin.. Fire Swordku tidak efektif dengannya??" Kata Ronan. "Kepada Dewa tanah Dewi angin.. aku mohon padamu untuk meminta kekuatan padamu.. berikanlah aku kekuatan!! PENTACLE STRIKE Lv 3!!" Kata Ronan. dan serangan tersebut berhasil menembus pertahanan dia.. tetapi setiap dia menembus pertahanannya kenapa selalu perisainya yang retak.. "Apakah itu adalah titik kelemahannya??" Kata Ronan di dalam hati. "Aku mengerti sekarang.." Kata Ronan. sebelum Ronan menyerang. Ronan di kejutkan dengan serangan Tempest Guardian.. Dia menusukkan tombaknya kepada Ronan dan melempar ke atas udara.. belum selesai dengan melempar ke udara.. dia langsung membuat gelombang besar di bawah Tempest Guardian.. "Soul Strike!!" Kata Tempest Guardian itu. dan Ronan akhirnya terjatuh dan berdarah sangat hebat.. "Aku tidak akan kalah disini!! Aku akan membunuhmu Tempest Guardian!!" Kata Ronan yang sedang berdarah.. "Hentikan Guardian.. Aku melihat kegigihanmu dalam melawanku.. kau mempunyai kekuatan untuk melindungi.. kau pantas mendapatkan kekuatanku.. kau adalah orang terpilih yang di didik oleh Gurumu.. tidakkah kau tahu kalau kau adalah murid spesial buatnya??" Kata Tempest Guardian. Ronan pun terdiam dan bingung.. "Yaa.. Kau ingin tahu siapa yang membangkitkanku lagi?? Dia adalah Gurumu sendiri Ronan.. Dia ingin melihat kemampuanmu sepenuhnya yang telah kau asah selama ini.." Kata Tempest Guardian. "Jadi.. kau sengaja di bangkitkan oleh Guruku sendiri?? Mengapa?? Apakah aku kurang kuat untuk melindungi orang lain??" Kata Ronan. "Maka itu.. Gurumu meminta bantuanku untuk menguji kekuatanmu dan kegigihanmu.. Kau seperti Gurumu yang dulu mengalahkanku.. tetapi sekarang berbeda.. kau kurang kekuatan.. kau perlu belajar lebih banyak lagi.. suatu saat kau akan menyadari akan hal itu.." Kata Tempest Guardian. "Aku merasa tidak berguna.. tolonglah aku.. berikanlah aku kekuatan!!" Kata Ronan memohon. "Kau harus berusaha sendiri.. nah.. sekarang waktunya untuk mengujimu.. sejauh mana kemampuanmu.." kata Tempest Guardian. "Ini adalah Kesempatanmu Ronan.. keluarkanlah semua kemampuanmu itu!!" Kata Sang Guru di dalam hatinya. "Aku akan menggunakan kekuatanku yang tersisa!! Bersiaplah Tempest Guardian!!" Kata Ronan. "Datanglah.. Kalahkan aku.." kata Tempest Guardian. "Holy Bless Lv 3!!" "Rule Spiral Lv 2!!" "Belum selesai!! Kepada Dewi Shiva.. tolonglah.. aku mohon kekuatanmu untuk menyatukan ke kekuatanku.. Release!! Lunatic Force Lv 2!!" "Belum Selesai!! ini adalah serangan terakhirku!! untuk Pejuang para Kanavan yang telah meninggal dalam peperangan.. Hunuskanlah pedangmu dari bawah!! Bersatulah!! KANAVAN STRIKE!!" kata Ronan yang akhirnya kehabisan tenaga.. akan tetapi.. semua serangan dia di hisap oleh perisainya. Tiba - tiba Perisai yang menahan semua serangan tersebut mulai retak dan pecah.. "Kau berhasil Ronan.. kau berhasil mengalahkanku.. kau sangat pintar.. kau tahu kelemahanku adalah perisaiku.." Kata Tempest Guardian. "Ini.. Aku berikan Magic Shield kepadamu.. Gunakanlah.. Perisai ini akan membantumu untuk melindungi orang yang kau sayangi.. Terimalah.." Kata Tempest Guardian. "Satukanlah Pedang yang di berikan Gurumu itu ke sabuk di perisai ini.. maka kau akan mendapatkan kekuatanmu yang baru.." kata Tempest Guardian yang lama kelamaan menghilang. Lalu Ronan mengeluarkan Pedang yang usang itu dan tiba - tiba Pedang itu bersinar dan Perisai itu bersinar meminta untuk di satukan dan saat Ronan menyatukan Perisai dan pedang tersebut.. tiba - tiba Perisai itu langsung menempel di tangan kiri Ronan dan Tubuh Ronan pun bersinar.. "ini.. bukankah ini seragam yang di pakai oleh seorang Aegis Knight penjaga Kanavan yang telah meati di pertempuran melawan Kaze'aze??" Kata Ronan saat memakai Seragam / Armor seorang Aegis Knight. "Ya. Ini adalah Armor seorang Pejuang Aegis Knight yang telah mengalahkanku.. Gurumu.. ini adalah Armor Gurumu.. Pakailah.. dan berjanjilah untuk melindungi orang yang kau sayangi.." Kata Tempest Guardian itu berbicara melalui Shieldnya Ronan. "Baiklah.. aku berjanji.." Kata Ronan. "Guru.. Terima kasih.. sisanya akan aku temukan jalanku sendiri.." Kata Ronan di dalam hatinya. Tiba - tiba Ronan pun terjatuh Pingsan karena telah menggunakan seluruh tenaga dia.. dan dia bermimpi lagi..
To Be Continued
Next Chapter,
Chapter 11 : My Way.
Langganan:
Postingan (Atom)







